Breaking News:

Cerita Satgas TNI Polri saat Memburu KKB Pimpinan Egianus Kogoya di Papua - Temuan Jenazah Terbaru

Satgas gabungan TNI Polri masih terus melakukan perburuan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga Papua.

ANTARA
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra/aww.(Iwan Adisaputra) 

Upaya Satgas gabungan TNI Polri memburu KKB pimpinan Egianus Kogoya di Papua terbilang cukup sulit. Seperti apa cerita mereka?

TRIBUNJAMBI.COM - Satgas gabungan TNI Polri masih terus melakukan perburuan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga Papua.

Namun perburuan itu bukanlah hal yang mudah, apalagi dengan demografi Papua terbilang sulit.

Pada upaya pencarian KKB ini, Satgas TNI Polri mengerahkan 154 personil.

Baca: Kabar Adanya Serangan Bom dari Udara di Nduga Papua, Akhirnya TNI Angkat Bicara, Sebut Hal Ini

Baca: 5 Pekerja Kemungkinan Masih di Atas Bukit, KKB Tantang Perang Tanpa Bom dan Helikopter

Baca: Resepsi Mewah Lindswell Kwok, Temannya Rasakan Aura Berbeda hingga Tanpa Kehadiran Orangtua

Bukan kali ini saja TNI dan Polri memburu KKB.

Berikut ini cerita TNI dan Polri dalam memburu KKB Papua:

Lokasi pembantaian 31 pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.
Lokasi pembantaian 31 pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua. (KOMPAS.COM/DOKUMEN KEMENTERIAN PUPR)

KKB Sembunyi di Balik Bukit

Setelah kejadian pembunuhan yang dilakukan KKB pertengahan November 2018 lalu, Satgas TNI Polri memburu KKB yang dipimpin Egianus Kogoya.

Sempat terjadi baku tembak saat upaya evakuasi, wilayah Papua yang berbukit-bukit membuat KKB ini leluasa bersembunyi.

KKB ini juga diduga kerap melakukan kejahatan seperti mengganggu Pilkada Papua, memeras pemerintah daerah dan menganggu penduduk setempat.

Halaman
1234
Penulis: Suci Rahayu PK
Editor: Suci Rahayu PK
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved