Anggaran Minim dan Dokumen Kepemilikan, Jadi Kendala Pemkab Tanjabtim Selamatkan Aset

Namun demikian lanjutnya, demi keamanan aset milik pemda tanjabtim sertifikat aset terus dilakukan meski secara bertahap.

Anggaran Minim dan Dokumen Kepemilikan, Jadi Kendala Pemkab Tanjabtim Selamatkan Aset
Tribun Jambi/Zulkifli
Kantor DLH Tanjab Timur 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Upaya pengamanan aset milik pemerintah Daerah Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) terus dilakukan. Meski dilakukan secara bertahap, mengingat dari segi anggaran dan dokumen menjadi salah satu kendala untuk proses mensertifikatkan aset milik pemda tersebut.

Kepala Badan Keuangan Tanjung Jabung Timur, Nazirwan ketika dikonfrimasi Tribunjambi.com, Senin (10/12/2018) mengatakan, pengamanan aset pemda memang sejauh ini masih belum maksimal. Selain dari segi anggaran yang di miliki kekurangan dokumen-dokumen kepemilikan atau hibah tanah banyak yang belum lengkap.

Baca: Inilah SSB Kota Jambi Juara Piala Suratin 2018 yang Pernah Wakili Jambi Ajang Nasional  

Baca: Gaji PNS Naik 5 Persen di 2019, Mulai Rp 5 Juta-Sampai 117 Juta, Rincian Berikut Instansinya

"Seperti sekolah, karena bentuknya hibah dari Kabupaten Tanjung Jabung dan itu sudah puluhan tahun bisa saja dokumennya hilang karena hanya secarik kertas. Ini juga salah satu kendala," katanya.

Namun demikian lanjutnya, demi keamanan aset milik pemda tanjabtim sertifikat aset terus dilakukan meski secara bertahap. Sembari mengumpulkan dokumen-dokumen pendukung.

"Kita koordinasi dengan dinas terkait, seperti dinas kesehatan, pendidikan. Kita minta mereka mengumpulkan dokumen agar dapat di proses seryifikat," jelasnya.

Baca: Ini Penjelasan BKPSDM Tebo Soal Guru Honor yang Dapat PPPK

Baca: Pengembangan Hutan Kota Muarasabak Molor, Ini Kendalanya

Baca: VIDEO: 4000 Anak PAUD Menari Zapin Berayun, Kota Jambi Pecahkan Rekor Muri

Sementara jika dokumen lengkap maka proses sertifikat akan segera di lakukan. Namun demikian meski telah sertifikat terkadang juga ada klaim dan gugatan dari ahli waris ataupun orang yang memiliki dokumen cukup.

"Kalau yang seperti ini ya kita serahkan kepada penguat atau ahli waris untuk menggugat ke pengadilan. Jika misalkan kita kalah kita akan ganti rugi sesuai dengan putusan pengadilan," tandasnya.(*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved