Air Sungai Sudah Di bawah Rumah, Masyarakat Disepanjang Aliran Sungai, Diimbau Waspada

"Iyo, kini tu kalo sudah musim hujan, aek naek. Sudahlah tu, kami yang dekat sungai ni was-was nunggu waktunyo rumah ni terendam," sebutnya.

Air Sungai Sudah Di bawah Rumah, Masyarakat Disepanjang Aliran Sungai, Diimbau Waspada
tribunjambi/syamsul bahri
Air sungai sudah mulai berada di bawah rumah panggung warga. BPPD Muarojambi, imbau warga tetap waspada 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Musim hujan yang disertai angin kencang beberapa hari terakhir di Kabupaten Muarojambi, berdampak terhadap Sungai Kumpeh di Kabupaten Muarojambi yang meluap. Hal ini membuat warga yang bermukim di sepanjang sungai sudah mulai merasa was-was.

Seperti diungkapkan oleh Ishak (65) warga Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi. Ia merasa was-was karena air sudah mulai berada dibawa rumahnya yang pangung.

"Iyo, kini tu kalo sudah musim hujan, aek naek. Sudahlah tu, kami yang dekat sungai ni was-was nunggu waktunyo rumah ni terendam," sebutnya.

Baca: 380 Hektare Lahan di Kerinci, Dikembangkan untuk Tanaman Jagung

Baca: Anggaran Minim dan Dokumen Kepemilikan, Jadi Kendala Pemkab Tanjabtim Selamatkan Aset

Baca: Bukan Pasukan Sembarangan! Sat Gultor 81, Elitnya Kopassus yang Diterjunkan Untuk Buru KKB di Papua

Hal yang sama disampaikan Jerika (47) warga Desa Tarikan, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi. Meskipun banjir sudah menjadi sesuatu yang biasa bagi warga Kecamatan kumpeh, namun tetap saja perasaan takut dirasakan warga.

"Biaso banjir tu, tapi terkadang banjirnyo besak kadang kecil. Kito kan dak biso tau besak apo keciknyo banjir ni kan. Kapan datangnyo kito dak tau, jadi kito was-was be lah lagi," sampainya.

Terpisah, M Zakir, Kepala BPBD Kabupaten Muarojambi, saat di konfirmasi Tribunjambi.com mengatakan, kawasan daerah Kecamatan Kumpeh Ulu dan Kumpeh, salah satu wilayah paling cepat terkena banjir. Meskipun demikian kata dia, sampai saat ini kondisi di Kabupaten Muarojambi, masih normal.

Baca: Gaji PNS Naik 5 Persen di 2019, Mulai Rp 5 Juta-Sampai 117 Juta, Rincian Berikut Instansinya

Baca: Ini Penjelasan BKPSDM Tebo Soal Guru Honor yang Dapat PPPK

Baca: Pengembangan Hutan Kota Muarasabak Molor, Ini Kendalanya

"Selain cepat kena banjir, Kumpeh juga paling lambat kering dari banjir, karena Sungai Kumpeh kawasan pasang surut air laut. Tetapi tetap kita menghimbau untuk masyarakat waspada," imbaunya.

Pantauan tribunjambi.com, di Kecamatan Sekernan, di bawah rumah-rumah panggung masyarakat sekitar bibir sungai sudah mulai terendam banjir. Meskipun memang sampai saat ini belum tampak memasuki rumah warga.(*)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved