Survei LSI: Elektabilitas Jokowi 53,2 persen Prabowo 31,2 Persen, 10 Isu Hangat Dibicarakan

Peneliti LSI menilai, elektabilitas yang cenderung staganan karena tidak adanya adu gagasan antara tim kampanye masing-masing pasangan calon.

Survei LSI: Elektabilitas Jokowi 53,2 persen Prabowo 31,2 Persen, 10 Isu Hangat Dibicarakan
TRIBUNNEWS
Jokowi dan Prabowo () 

Pada Agustus 2018, LSI mencatat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 52,2% dan Prabowo-Sandiaga 29,5%. Sedangkan responden yang belum menentukan pilihan sebanyak 18,3%.

"Pada September dan Oktober, kami juga merekam naik turunnya suara kedua kandidat. Namun naik turunnya suara kedua pasangan selama masa kampanye tidak terlalu signifikan," kata Rully.

Baca: Hubungan Malaysia-Singapura Memanas, Mahatir: Apa Benar Kami Mencaplok

Baca: Pinjam Uang dengan Modus Jaminkan Mobil Rental, Terdakwa Penipuan Ini Divonis 1,8 Tahun Penjara

Baca: Insentif BPDP-KS Perlu Diperluas ke BUMN, Bisa untuk Bangun Kilang CPO

"Jarak kedua kandidat masih tetap di atas 20% dengan keunggulan Jokowi-Ma'ruf," ucapnya. Rully menilai kedua pasangan calon sebenarnya memiliki program yang diprediksi dapat menambah elektabilitas.

Namun, hingga saat ini, pasangan Jokowi-Ma'ruf belum mengampanyekan program secara maksimal. Begitu juga dengan pasangan Prabowo-Sandiaga.

Seluruh program yang ditawarkan kedua pasangan, tidak ada satupun yang menjadi pembicaraan dan ramai diberitakan oleh media massa.

Pengumpulan data survei LSI Denny JA dilakukan pada 10 hingga 19 November 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling. Jumlah responden yang disurvei sebanyak 1.200 responden.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. LSI menyatakan margin of error survei tersebut berada di angka 2,9%.

Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media dan indepth interview. LSI mengklaim dana survei berasal dari pembiayaan mandiri. (*)

70 Persen Nilai Kondisi Ekonomi Baik an Sedang

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa saat ini jumlah masyarakat pemilih yang menilai kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan sedang dan baik lebih banyak jika dibandingkan masyarakat pemilih yang menilai kondisi ekonomi dalam keadaan buruk.

Baca: Bogor Dilanda Puting Beliung, Kenali Tanda dan Sifatnya!

Halaman
1234
Editor: hendri dede
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved