Peristiwa Mapenduma, Aksi Heroik Kopassus dan Penerbang Andalan Indonesia saat Ditembaki dari Bawah

Bersama helinya, mereka membawa logistik tambahan untuk teman-temannya di garis depan yang mungkin sudah kelelahan.

Peristiwa Mapenduma, Aksi Heroik Kopassus dan Penerbang Andalan Indonesia saat Ditembaki dari Bawah
Kaskus
Sat-81 Kopassus/ 

TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa baru-baru ini di Kabupaten Nduga, Papua, mengingatkan atas peristiwa yang terjadi sekira 22 tahun lalu, peristiwa Mapenduma.

Saat itu, terjadi penyanderaan, hingga proses pembebasannya melibatkan Kopassus.

Pada 8 Januari 1996, Kodim Jayawijaya, Irian Jaya, menerima laporan dari Mission Aviation Fellowship cabang Wamena, bahwa sejumlah peneliti yang tergabung dalam Ekspedisi Lorentz ’95 disandera kelompok OPM Kelly Kwalik di Desa Mapenduma, Kecamatan Tiom, Kabupaten Jayawijaya.

Menyikapi kondisi ini, Mabes ABRI segera mengambil langkah-langkah penanggulangan.

Pada bulan Maret, dua Bell-412 serta satu heli serang BO-105 diberangkatkan dari Semarang ke Wamena dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules.

Para penerbangnya di antaranya Mayor CPN Pujono, Mayor CPN Nyoman, Kapten CPN Joko Tamtomo, dan Lettu CPN Heru Subarmanto.

Bersamaan dengan pengiriman kedua heli ini, Penerbad juga mengirim kru pengganti heli Bell-205 yang sedang penugasan di Dili, Timtim dengan penerbang Lettu CPN Eko Priyanto dan kopilot Lettu CPN Slamet Riyadi. Tugasnya memperkuat Satgas Rajawali.

Kedatangan kedua heli di Wamena memang segera disambut perintah operasi. Setidaknya kedua heli dua kali melaksanakan serbuan dari Kodim Wamena ke Mapnduma.

Baca Juga:

 Jokowi dan Iriana Menangis saat Tiba di Nduga Papua, Tak Menyangka Kondisinya Seperti Ini

 Penampakan Buaya di Bawah Jembatan Sungai Alai, Tebo, Jadi Tontonan Warga

 Assalamualaikum, Pak, Lindswell Kwok Berhijab, akan Menikah dengan Pria Berbadan Atletis Ini

 Cukup Sedot Kepalanya, Nikmati Kuyung Asem-asem, Santapan Sampingan Suku Anak Dalam

Serbuan ini memang tidak berhasil, karena lokasi yang didatangi didapati sudah ditinggal pergi oleh OPM.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved