Kecewa 7 Bulan Buat Laporan di Kantor Polisi, Kadri Malah Disarankan Lapor Ulang

"Saya cuman nanya, kenapa kok tidak ada tindak lanjut. Sementara laporan sudah lama," kata Kadri.

Kecewa 7 Bulan Buat Laporan di Kantor Polisi, Kadri Malah Disarankan Lapor Ulang
TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI
18062016 nandes otak pelaku penipuan emas imitasi 

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Tujuh bulan laporan tidak digubris, M Kadri (62) warga Pasar Atas Kabupaten Merangin, mendatangi Mapolres Merangin.

M Kadri yang didampingi anaknya mendatangi Polres Merangin, Senin (3/12/2018). M Kadri mengatakan bahwa dirinya melaporkan kasus penipuan yang dialaminya pada 23 Mei 2018 lalu. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari laporan tersebut.

"Saya cuman nanya, kenapa kok tidak ada tindak lanjut. Sementara laporan sudah lama," kata Kadri.

Baca: Peluang Pegawai Honorer Jadi PNS, Presiden Jokowi Beberkan Mekanisme ini Untuk Diikuti

Baca: Pemkab Muarojambi, Segera Cairkan Bonus Rp 10 Juta untuk Atlet Penyumbang Emas di Porprov

Kata dia, saksi-saksi sudah dipanggil oleh pihak penyidik. Namun untuk terlapor yaitu Nafis, belum diproses secara hukum.

Dia mengatakan, persoalan ini merupakan persoalan keluarga. Hanya saja, untuk nominal kerugian sekitar Rp800 juta.

Menurutnya, pada 2010 lalu, ia didatangi terlapor Nafis yang menawarkan sebidang tanah dengan luasan lebih kurang 1 hektare dengan status masih sengketa.

Karena diberikan dana oleh korban, akhirnya tahun 2011, perkara tersebut selesai, dan lahan tersebut menjadi hak milik dari Nafis. Setelah dimenangkan, akhkhirnya lahan tersebut digusur dengan alat berat dengan biaya lebih kurang Rp 150 juta.

Baca: 6 Penelitian tentang Dampak SUTET Bagi Penduduk yang Tinggal di Bawahnya, Ini Hasilnya

Baca: Farhat Abbas Sebut Hotman Paris Pengacara Cengeng dan Durkaha, Balasannya yang Didapat Seperti Ini

Jika ditotal, kerugian yang dialami oleh M Kadri mulai dari tahap awal lebih kurang Rp 800 juta.

"Uang itu tidak sekaligus. Tapi bertahap, berapa dia butuh uang, saya kasih. Buktinya lengkap, kwitansi ada semua," kata Kadri.

Setelah mendatangi Satreskrim Polres Merangin, dirinya makin kecewa, pasalnya petugas di sana menyarankan untuk melapor ulang.

"Jadi laporan saya kemarin sia-sia, tidak ada tindak lanjut, pantasan mangkrak begini," imbuhnya. (*)

Baca: Cairan di Otak Nenek Hafsah Bisa Kering, Warga Jambi Kirimi Presiden Jokowi Surat Gara-gara SUTET

Baca: KPU Kota Jambi Akui DPT Belum Sempurna, Sidalih Masih Tahap Penyempurnaan

Penulis: muzakkir
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved