5 Kecamatan Siaga Banjir, Masyarakat Tanjab Barat Diimbau Waspadai Banjir Bandang

Curah hujan tinggi dan air pasang, sebagian wilayah di Kabupaten Tanjab Barat masuk dalam status siaga banjir.

5 Kecamatan Siaga Banjir, Masyarakat Tanjab Barat Diimbau Waspadai Banjir Bandang
Tribunjambi/Darwin
Banjir merendam rumah warga di Kabupaten Tanjab Barat. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Curah hujan tinggi dan air pasang, sebagian wilayah di Kabupaten Tanjab Barat masuk dalam status siaga banjir.

Berdasarkan data yang diterima Tribunjambi.com dari BPBD Tanjab Barat bahwa wilayah di Tanjab Barat yang masuk dalam daftar siaga banjir yaitu Kecamatan Tungkal Ulu, Kecamatan Batang Asam, Kecamatan Muara Papalik, Kecamatan Merlung dan Kecamatan Rendah Mendaluh.

Kosasih Kepala Pelaksana BPBD Tanjab Barat mengungkapkan pada umumnya banjir tersebut disebabkan banjir kiriman. Apabila curah hujan di Kabupaten Tebo tinggi dan air sungai meluap muaranya ke wilayah ulu, yakni Tanjab Barat.

"Kalau Tebo hujan, air surutnya ngirim ke Muara Danau. Muara Danau tinggi, dikrim lagi ke Tungkal Ulu, Merlung, Muara Dasal. Jadi kita kuncinya di daerah Lubuk Kambing," ungkapnya.

Baca: Perhatian pada Pendidikan, Cek Endra Diganjar Penghargaan Dwi Praja Nugraha dari Presiden Jokowi

Baca: Pemilu 2019, Waspadai Kecurangan Panwas di Tebo Gelar Koordinasi Partisipatif

Kosasih juga mengungkapkan beberapa minggu terakhir ini mulai ada dampak kiriman air hujan. Sebab beberapa saat lalu, wilayah Tanjab Barat sudah ada yang terdampak seperti Kecamatan Muara Papalik yaitu Desa Intan Jaya, Desa Sungai Pauh.

Beberapa wilayah yang dilewati air kiriman tersebut terdapat kawasan yang memiliki lekukan, daerah rendah sehingga otomatis terjadi penampungan air.

"Jadi beberapa titik lekukan itulah terjadi terendam," ungkapnya.

Disampaikannya berdasarkan penglihatan dan pengamatan yang dilakukannya, dampak banjir tersebut tidak berlangsung lama, sekitar tiga empat hari.

Untuk mengatasi hal tersebut, upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan pemantauan dan siap siaga. Dan apabila ada gejala akan terendam banjir masyarakat diimbau untuk ke tempat lebih aman.

Baca: VIDEO: Polisi Disambar Pesawat Pengangkut BBM di Bandara Aminggaru Omukia Papua

Sedangkan dalam pemasangan tenda pada umumnya tergantung kondisi darurat, atau sudah masuk dalam kondisi tanggap darurat, yang menyebabkan lumpuhnya perekonomian.

Masyarakat yang berada kawasan status siaga tersebut diimbau untuk lebih waspada. sebab musibah banjir ini dapat terjadi kapan saja tanpa diketahui waktu terjadinya.

"Kepada masyarakat diimbau untuk lebih waspada, karena serangan banjir bisa saja dadakan. Tidak tentu waktu, bisa saja tengah malam kejadian," imbaunya.

Baca: Maju Pilwako Sungai Penuh, dr Medrin: Saya Ingin Membuat Sungai Penuh Lebih Sehat

Selain itu juga masyarakat diharapkan untuk dapat bergotong royong dalam membersihkan lingkungan sekitar, termasuk dengan membersihkan drainase. Sehingga air dapat mengalir dengan lancar, tanpa adanya kendala.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved