Kasus Pembunuhan

5 Fakta Petani Bunuh Istri di Kebumen, Kesal Diminta Rumah Berkeramik hingga Biaya ke Salon

Kesal karena istri minta rumah berkeramik dan biaya ke salon, DR (38) yang berprofesi sebagai petani kalap dan membunuhnya.

5 Fakta Petani Bunuh Istri di Kebumen, Kesal Diminta Rumah Berkeramik hingga Biaya ke Salon
(KOMPAS.com/Dok. Humas Polres Kebumen)
DR (38) pria asal Dukuh Tugusari, Desa Bonorowo, Kebumen, Jawa Tengah bersujud di kaki ayahnya karena menyesal telah membunuh istrinya sendiri, Kamis (29/11/2018). 

Tersangka menganggap korban tidak menghargai pekerjaan dan penghasilan sebagai petani. Bahkan, saat malam kejadian, keduanya terlibat percekcokan hebat.

“Korban tidur membelakangi suami. Keterangan tersangka DR, korban beberapa kali meludah ke tembok dan ditegur oleh tersangka,” ujar Arief.

4. Ucapan Eni yang membuat DR kalap

Berdasar keterangan polisi, hubungan DR dan Eni tidak harmonis.

Percekcokan di antara keduanya sering terjadi sehingga memendam sakit dan kekecewaan.

Hal itu memuncak saat Eni meludahi tembok rumah mereka dan mengucapkan perkataan yang membuat sakit hati DR.

"Umah urung dicat, urung dikeramik beh ora ulih diidoni. Apa maning nek wis dicat, dikramik. (Rumah belum dicat, belum dikeramik saja tidak boleh diludahi. Apalagi kalau sudah dicat sama dikeramik)," katanya menirukan tersangka.

Perkataan korban membuat tersangka marah dan gelap mata.

Tepat pukul 02.30 WIB, tersangka mengambil sabit yang ada di gudang rumahnya hingga akhirnya terjadilah tragedi berdarah tersebut.

5. DR mengaku masih mencintai istrinya

kalap

Ilustrasi.(iStockphoto)

Baca juga

Pidato Prabowo soal Korupsi Tak Bisa Dikaitkan dengan Pencaleg-an Eks Koruptor, karena Sudah Kapok

Bank Mandiri Jajaki Kerjasama dengan Platform Percakapan, untuk Transaksi Pembayaran Secara Digital

Mutasi Jabatan di Lingkungan TNI, Menantu Luhut Binsar Panjaitan Jadi Komandan Paspampres

Pengusaha yang Terkena Denda Terkait Mandatori B20 Bakal Dirilis Kementerian ESDM 5 Desember

DR hanya bisa menyesal tidak bisa mengendalikan emosinya.

Dirinya pun dijerat dengan Pasal 338 KUHP subs Pasal 44 ayat (3) UU RI No 23 Th 2004 tentang KDRT ancaman 15 tahun penjara.

Saat reka ulang, DR berulang kali mengucapkan kata-kata penyesalan.

Bahkan ia mengungkapkan ia sangat mencintai istrinya.

Reka ulang tersebut menyita perhatian warga sekitar yang ikut menyaksikan dari balik garis polisi.

Warga sekitar tidak pernah menyangka tersangka yang dikenal pendiam tersebut tega melakukan perbuatan tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: "Kasus Petani Bunuh Istri, Kesal Diminta Rumah Berkeramik hingga Biaya ke Salon"

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved