Tak Kuat Menahan Sampah yang Hanyut, Jembatan Karhutla di Puding Putus

Akibat banyaknya sampah di tiang jembatan saat debit air sungai naik, membuat jembatan Karhutla di Desa Puding terputus.

Tak Kuat Menahan Sampah yang Hanyut, Jembatan Karhutla di Puding Putus
Bibinsa Muarojambi
Jembatan Karhutla di Desa Puding putus dan terbawa arus sungai. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Laporan masyarakat mengenai putusnya jembatan di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi diakui oleh Camat Kumpeh Ilir, Rizki.

“Iya memang benar ada jembatan yang terputus. Tapi akses jembatan itu tidak masuk ke masyarakat, sebagian besar pengguna jembatan itu adalah perusahaan,” jelasnya, Kamis (29/11).

Sebelumnya berdasarkan informasi yang didapat oleh Tribunjambi.com bahwa jembatan Karhutla di Desa Puding terputus. Andre, warga sekitar mengatakan putusanya jembatan tersebut terjadi pada Senin (26/11) sekira pukul 08.15 wib.

"Ada jembatan putus, itu karena air deras, banyak sampah juga. Jadi numpuk di tiang jembatan, karna banyak yang numpuk tu tiang jembatan dak sangup, akibatnya jembatan putus dan terhanyut," ujarnya, Senin (26/11) melalui pesan WhatsApp.

Baca: Zumi Zola Curhat Alasan Tinggalkan Dunia Artis, Pilih Politik, Titik Balik Sepulang dari Inggris

Baca: SEGERA CEK LINK INI! 154 Instansi Umumkan Hasil Tes SKD & Peserta Hasil SKB CPNS 2018

Rizki menjelaskan bahwa masyarakat kebanyakan menggunakan jembatan gantung, ketimbang jembatan tersebut. Saat ditanya penyebabnya, Camat Kumpeh Ilir itu mengatakan jembatan putus karena debit air sungai yang meningkat.

“Penyebabnya karena rumput dan tanaman yang tumbuh di sungai, karena air naik itu jadinya hanyut, karena numpuk tadi kan jadinya tekanan kuat, dak bisa nahannya putus jembatannya,” terang Camat.

Sementara itu, terkait dengan perbaikan, katanya perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Terlebih untuk perbaikan butuh dana yang tidak sedikit.

Putusanya jembatan ini membuat aktivitas kendaraan milik perusahaan yang memiliki izin konsesi di sekitar lokasi mejadi terganggu.

“Karena itu makan biaya banyak, jadi sebaiknya memang kalo dibangun lagi, perusahaan juga harus pro aktif. Kita sudah lapor ke BWSS koordinasi untuk jalan keluar, koordinasi dengan instansi lain juga,” terangnya.

Baca: Kartu Langganan Parkir Tak Diminati, Dishub Kota Jambi Gagal Capai Target PAD

Baca: Mengintip Potensi Madu Hutan di Festival Pesona Jambi

Saat disinggung kapan jembatan tersebut akan kembali dibangun, Rizki belum bisa memastikan. Namun, secara tanggung jawab sesuai peruntukannya, Ia mengatakan sebenarnya pihak perusahaan juga turut bertanggung jawab untuk pembangunan.

“Yang pasti perusahaan yang bertanggung jawab besar karena perusahaan yang pakai kan, yang banyak gunain itu kan perusahaan, masyarakat pakai jembatan gantung. Memang ada, tapi perusahaan yang paling banyak,” ungkapnya.

Baca: Zumi Zola Hanya 2 Jam di Prosesi Pemakaman Sang Ayah, Ini yang Terjadi Selama Pukul 01.30-2.30 WIB

Baca: Tubuh Zumi Zola Langsung Ditarik, Lalu Dibawa ke Dalam Mobil Berpelat Hitam

Namun demikian, pihaknya tetap berkoodinasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Saat ini perusahaan menggunakan jalur sungai sebagai akses untuk membawa buah sawit.

“Saat ini perusahaan angkut buah sawit pakai jalur sungai. Kita juga bergotong-royong mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan sungai. Ya kalo mereka (red-perusahaan) mau jauh lebih efektif ya bangun atau menggunakan jalur air,” pungkasnya.

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved