Breaking News:

Sempat Sebut Lion Air JT610 Tak Laik Terbang, KNKT Ubah Pernyataan Jadi Laik Terbang

Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) memberikan klarifikasi atas sejumlah pemberitaan

Penyidik KNKT memeriksa mesin pesawat yang ditemukan dari lokasi jatuhnya Lion Air di Perairan Tanjung Karawang. (AP: Achmad Ibrahim) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) memberikan klarifikasi atas sejumlah pemberitaan yang menyebut pesawat Lion Air PK-LQP tak layak terbang sejak dari Denpasar ke Jakarta.

Sebelumnya, KNKT menilai pesawat tersebut tidak layak terbang saat menempuh rute dari Denpasar ke Jakarta, 28 Oktober 2019, atau sehari sebelum pesawat itu jatuh.

Namun pernyataan itu diklarifikasi kembali. " Pesawat Lion Air Boeing B 737-8 (MAX) registrasi PK-LQP dalam kondisi laik terbang saat berangkat dari Denpasar Bali dengan nomor penerbangan JT 043, dan pada saat dari Jakarta dengan nomer penerbangan JT 610," ujar Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

https://asset.kompas.com/crop/178x78:853x529/750x500/data/photo/2018/11/05/4215185423.jpg

(Kiri-kanan) Onisuryo Wibowo (Investigator kecelakaan moda penerbangan KNKT), Soerjanto (Ketua KNKT), dan Nurcahyo Utomo (Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT) mengadakan konferensi pers di gedung KNKT, Jakarta, Senin (5/11/2018). Saat itu, KNKT menyampaikan info terkini terkait kecelakaan pesawa Lion Air JT 610.(CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com)

Nurcahyo mengatakan, menurut peraturan di Indonesia, pesawat dinyatakan laik terbang jika Aircraft Flight Maintenance Log (AFML) telah ditandatangani oleh engineer (releaseman).

Tanggapannya, bila ada masalah, pilot akan melaporkan persoalan itu setelah mendarat. Kemudian engineer melakukan perbaikan dan disusul dengan pengujian.

Setelah hasilnya tepat, engineer akan menandatangani AFML. Pesawat pun dinyatakan layak terbang.

Baca: Menangis Saat Kuburkan Jasad Sang Ayah, Zumi Zola Memohon Hal ini di Pemakaman Zulkifli Nurdin

Baca: Kisah Ujang yang Berniat Rujuk dengan Mantan Istri, Tapi Malah Bawa Motor Kabur Teman

Baca: Kejutan di Mata Najwa, Bocorkan Transkrip Dugaan Pengaturan Skor Pertandingan di Liga 2 2018

Baca: Kontroversi Tampang Boyolali Prabowo, Akhirnya Bawaslu Berikan Keputusan

"Salah satu kondisi yang menyebabkan kelaikudaraan (airworthiness) berakhir pada saat terbang megalami gangguan. Keputusan untuk memulai atau segera mendarat ada di tangan pilot in command (Kapten)," kata dia.

Sebelumnya, Lion Air meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberikan klarifikasi terkait informasi pesawat PK-LQP tidak layak terbang.

Presiden Direktur Lion Air Grup Edward Sirait mengatakan, dalam pemberitaan yang muncul disebutkan bahwa pesawat PK-LQP saat menempuh rute dari Denpasar ke Jakarta 28 Oktober 2019 malam, atau sehari sebelum jatuhnya pesawat tersebut di perairan Karawang.

"Pernyataan ini menurut kami tidak benar," ujar Edward dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Baca: Terungkap Panggilan Mesra Raisa ke Hamish, Bukan Sayang Atau Cinta Tapi Malah Kata ini

Baca: Alasan Gisella Anastasia Jual Hadiah Pemberian Gading Marten, Ungkap Terkait Ukuran

Baca: Bangun Wilayah Perbatasan, Pemkab Tanjabtim Jalin Kerjasama dengan Pemkab Banyu Asin

Baca: Pemilik PETI Balas Dendam, Tahan Belasan Motor dan Bakar 1 Motor Milik Warga

Edward mengatakan, Lion Air meminta KNKT melakukan klarifikasi atas pertanyaan itu pada pada Kamis (29/11/2018) secara tertulis.

Bila permintaan klarifikasi itu tidak ditanggapi oleh KNKT, Lion Air, kata Edward, akan mengambil sejumlah langkah, termasuk langkah hukum. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Klarifikasi, KNKT Nyatakan Lion Air PK-LQP Layak Terbang ", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/11/29/163938826/klarifikasi-knkt-nyatakan-lion-air-pk-lqp-layak-terbang.

Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved