Penderita HIV/AIDS di Bali Ada 19.286 Orang, Ini Dia Rinciannya, Laki-laki Lebih Banyak

Penderita HIV/AIDS di Bali ibarat gunung es kecil dipermukaan namun semakin diselami semakin banyak.

Penderita HIV/AIDS di Bali Ada 19.286 Orang, Ini Dia Rinciannya, Laki-laki Lebih Banyak
kompas.com
Gejala yang paling umum dari infeksi HIV adalah demam, ruam dan sakit tenggorokan. Gejala lainnya adalah kelelahan, pusing, dan diare. Kondisi ini terjadi karena reaksi tubuh terhadap infeksi HIV. 

Penderita HIV/AIDS di Bali Ada 19.286 Orang, Ini Dia Rinciannya, Laki-laki Lebih Banyak

TRIBUNJAMBI.COM - Penderita HIV/AIDS di Bali ibarat gunung es kecil dipermukaan namun semakin diselami semakin banyak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris KPA Kabupaten Gianyar, AA Agung Suardana dalam konferensi pers Konser Peduli HIV/AIDS di Denpasar.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, hingga bulan Juni 2018, data kamulatif kasus HIV/AIDS di Bali capai 19.286 orang.

Dari jumlah tersebut, Kota Denpasar menempati urutan pertama dengan jumlah penderita 7.246, posisi kedua Badung 3.141 orang, Buleleng 2.953, Gianyar 1.429, Tabanan 1.186, Jembrana 988, Karangasem 737, Bangli 408, Klungkung 399 orang, serta orang luar Bali yang menetap di Bali sebanyak 799 orang.

Baca: Sempat Sebut Lion Air JT610 Tak Laik Terbang, KNKT Ubah Pernyataan Jadi Laik Terbang

Baca: Adik Ahok Pamerkan Masakan Buatan Ibunya yang Bikin Warganet Ngiler Saat Pulang Kampung

Berdasarkan data tersebut penderita laki-laki sebanyak 13.003 orang, sedangkan perempuan sebanyak 7.283 orang.

"Ini baru data kasus yang tercatat. Yang datanya sedikit apakah memang tidak ada? Belum tentu, mungkin saja belum ditemukan," kata Suardana.

Dari jumlah tersebut kebanyakan penderita HIV/AIDS ini diakibatkan oleh perilaku seks bebas atau tidak aman.

Sedangkan kasus yang terjadi pada heteroseksual sebanyak 76.5 persen.

Sedangkan penyebab lain yang juga disebutkan yaitu homoseksual sebesar 13.7 persen, perinatal 3 persen, IDU 4.4 persen, biseksual 0.4 persen, tatto 0.1 persen, dan tidak diketahui 2.0 persen.

Baca: Program PLN Mengajar, Ajarkan Anak Sekolah Bisnis PLN hingga Bahaya Listrik

Baca: Diganjar Hukuman 1 Tahun, Dua Pemuda Menjambret karena Tak Punya Uang untuk Makan

Halaman
123
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved