Breaking News:

Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana PAUD CBC, Saksi Sebut Terdakwa Tiga Kali Cairkan Anggaran

Setelah mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi seminggu lalu, saksi perdana dihadirkan di persidangan

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: bandot
TRIBUNJAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Pemeriksaan saksi dugaan korupsi PAUD CBC di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (28/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi seminggu lalu, saksi perdana dihadirkan di persidangan yang menjerat terdakwa Heriyah.

Dia adalah Sutarmi, satu-satunya saksi yang hadir dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Dedy Muchti Nugroho di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi dalam sidang itu, Rabu (28/11/2018).

Dalam keterangannya, Sutarmi yang pernah menjadi bendahara pengeluaran pembantu di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi itu menyampaikan, terdakwa sebagai penanggung jawab di PAUD percontohan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pada 2014-2016.

"Bu Heriyah jadi bertanggung jawab dalam PKBM itu. Termasuk dalam membayarkan honor/insentif untuk PKBM," kata dia.

Dia menjelaskan, pencairan dana tersebut berasal dari APBD Provinsi.

Baca: Angka Perceraian di Bungo Meningkat, Hingga November Sudah 509 perkara, Selingkuh Jadi Penyebab

Dalam tiga tahun itu, anggaran yang dicairkan berbeda-beda.

"Tahun 2014, sebesar Rp 540 juta untuk 45 orang. Tahun 2015, sebesar Rp 774 juta untuk 50 orang. Tahun 2016, sebesar Rp 1,29 miliar untuk 65 orang," dia menjelaskan.

Dalam prosesnya, seingat Sutarmi, pencairan dilakukan bertahap, enam kali setahun. Selain itu, kata dia, jumlah tersebut tidak dicairkan dalam bulan yang sama.

Baca: Pemprov Jambi Siapkan Proses Pemakaman Zulkifli Nurdin Mantan Gubernur Jambi

Baca: Zulkifli Nurdin Meninggal, Ayah Zumi Zola Berpulang 8 Hari Jelang Vonis Anaknya

Baca: Zulkifli Nurdin Dikabarkan Meninggal Dunia, Zumi Zola Unggah Foto Ayahnya, Langsung Diserbu Netizen

"Kayak tahun 2014 itu, anggaran Januari-Februari, baru dicairkan bulan April, Rp 90 juta. Maret-April cairnya bulan Juni, Rp 90 juta. Enam kali pencairan," jelasnya.

Namun, dia mengaku tidak tahu pasti keterlibatan terdakwa sehingga menyebabkan kerugian negara.

Selanjutnya majelis hakim akan kambali menggelar sidang pada Senin (3/12/2018) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lain.

Sebelumnya diwartakan, Heriyah pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga PAUD percontohan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Murni dan Capacity Building Center (CBC) Mawaddah Warahmah tahun 2013 hingga 1 Juli 2016 diduga terlibat dalam dugaan korupsi dana insentif, sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,068 miliar.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved