Kecelakaan Lion Air JT 610

5 Fakta Baru Hasil Penyelidikan Kecelakaan Lion JT 610, Pertemuan Tertutup dengan Keluarga Korban

Satu bulan pasca-kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) menggelar pertemuan

5 Fakta Baru Hasil Penyelidikan Kecelakaan Lion JT 610, Pertemuan Tertutup dengan Keluarga Korban
capture kompas tv

TRIBUNJAMBI.COM - Satu bulan pasca-kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) menggelar pertemuan tertutup dengan keluarga korban Lion. KNKT menjelaskan hasil awal penyelidikan kecelakaan pesawat di Perairan Karawang, Jawa Barat, tangal 29 Oktober 2018 lalu.

Ada 189 penumpang dan awak pesawat meninggal dunia. Sebanyak 125 telah teridentifikasi, adapun 35 jenazah korban di antaranya telah dipulangkan ke Pangkal Pinang, dari total 56 warga Babel yang terverifikasi. Selain itu, KNKT menjelaskan kondisi pesawat Lion Air JT 610 yang sebetulnya sudah mengalami masalah sebelum terjadi kecelakaan di perairan Karawang.

Berikut ini sejumlah fakta terkait hasil sementara penyelidikan KNKT terhadap pesawat Lion Air JT 610.

1. KNKT gelar pertemuan tertutup dengan keluarga korban

Petugas memilah serpihan pesawat dan barang penumpang pesawat Lion Air JT 610 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, senin (29/10/2018).

pbarang
Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta - Pangkal Pinang jatuh di perairan Pantai Karawang, Jawa Barat. Pesawat membawa yang jatuh di perairan Pantai Karawang mengangkut 181 penumpang.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Baca: Pesawat Lion Air JT 610 Menukik dengan Kecepatan 700 Km/Jam, Lalu Hantam Laut

Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) melakukan pertemuan tertutup dengan pihak keluarga korban jatuhnya Lion Air JT 610 di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (27/11/2018). Hadir dalam pertemuan ini Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nur Cahyo Utomo.

Dalam pertemuan tersebut, wartawan tidak diperkenankan untuk masuk. Alasannya, agar keluarga korban tidak terganggu.

"Wartawan untuk sementara menunggu di luar (ruangan), nanti setelah pertemuan ini, investigator kita akan memberikan keterangan," kata Sukma, salah satu staff KNKT.

"Kenapa harus tertutup bagi wartawan? Hasil investigasi ini kan bukan untuk kami keluarga korban saja. Masyarakat Indonesia lainnya kan juga berhak tahu," kata M Rifani, anggota keluarga korban atas nama Dede Anggraini.

2. Penjelasan KNKT terkait pertemuan tertutup bagi wartawan

knkt
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (10/11/2018). Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (10/11/2018).(KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)

Baca: Mercedes Hanya Dibanderol Rp 170 Juta, KPK Lelang Barang Rampasan Secara Online

Baca: Soal Chant Edy Out pada Laga Timnas Indonesia vs Filipina, Ini Jawaban Resmi Edy Rahmayadi

Menurut Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Kapten Nur Cahyo Utomo, pertemuan dilakukan secara tertutup karena pihak keluarga dianggap sebagai pihak pertama yang berhak tahu tentang investigasi KNKT.

"Keluarga korban adalah pihak yang berhak tahu terlebih dahulu tentang perkembangan penyidikan KNKT. Untuk rekan-rekan wartawan besok kita lakukan jumpa pers di Jakarta," kata Nur Cahyo, setelah acara pertemuan di salah satu hotel di Pangkal Pinang.

Halaman
123
Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved