Profesor di SUST Shenzen Klaim Ciptakan Bayi Kembar dengan Gen Manipulasi dari Ayah Pengindap HIV

Seorang ilmuwan Cina mengklaim telah berhasil menciptakan bayi pertama di dunia yang gen-nya merupakan hasil manipulasi

Profesor di SUST Shenzen Klaim Ciptakan Bayi Kembar dengan Gen Manipulasi dari Ayah Pengindap HIV
The Express Tribune
Bayi kembar hasil rekayasa genetika yang resisten HIV dilahirkan di China. 

Majalah Technology Review dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) memperingatkan, "Teknologi ini sangat bermasalah dari segi etika, karena perubahan pada embrio akan diwariskan ke generasi berikutnya dan kemungkinan akan berefek pada seluruh gene pool (atau lungkang gen)."

Nicholas Evans, seorang profesor bidang filsawat di University of Massachusetts Lowell mengatakan, keputusan He Jiankui untuk mengumumkan pekerjaannya yang jadi terobosan itu, "adalah bentuk praktek ilmuwan yang sangat bermasalah," yang melanggar norma-norma masyarakat.

Evans menambahkan, rekayasa genetika pada embrio sudah beberapa kali dibicarakan. "Yang lebih revolusioner adalah anak-anak ini katanya dibuat untuk menghasilkan resistensi terhadap sebuah penyakit. Itu langkah yang mengandung banyak bahaya."

Baca: Takut Dicerai Suami, Wanita Ini Nekat Beli Bayi di Instagram, Ongkirnya Rp 300 Ribu

Baca: Polisi Datangi Kamar Hotel, Setelah Dapat Telepon dari OTK yang Dengar Tangisan Bayi

Baca: Awalnya Dinkes Dapat Laporan Gizi Buruk, Ternyata Bayi di Merangin Ini Idap Hidrosefalus

Benar atau salah?

Pengumuman He Jiankui muncul menjelang konferensi besar tentang pengeditan gen di Hong Kong. David Baltimore, pakar biologi yang memimpin konferensi internasional itu mengungkap, konferensi bertujuan untuk memutuskan "apa yang kita anggap benar dan salah."

"Kita belum pernah melakukan sesuatu yang akan mengubah seluruh gen umat manusia, dan kita belum pernah melakukan sesuatu yang berdampak terus ke generasi-generasi berikutnya," demikian kata Baltimore lewat video, sebelum konferensi dimulai.

Sumber: Kontan/DW.com

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved