Turunnya Harga Kelapa Dalam, Bukan Hanya Di Tanjabtim. Rajito: Terjadi di Semua Daerah

Dan, itu bukan hanya terjadi di Tanjung Jabung Timur, melainkan terjadi di semua daerah penghasil kelapa dalam," sebut Rajito.

Turunnya Harga Kelapa Dalam, Bukan Hanya Di Tanjabtim. Rajito: Terjadi di Semua Daerah
tribunjambi/zulkifli
Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan Tanjung Jabung Timur, Rajito 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Pemerintah Kabupaten Tanjabtim terus berupaya mencari solusi merosotnya harga komoditi kepala dalam yang menjadi penghasilan utama sebagian besar warga Kabupaten Tanjabtim.

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, luasan tanaman kelapa dalam di Kabupaten Tanjung Jabung Timur seluas 58.677 hektare yang masih berproduksi seluas 40 ribu hektare.

Dan, pada tahun ini mendapat bantuan peremajaan seluas 490 hektare yang bersumber dari APBN seluas 430 Hektare dan APBD I seluas 60 hektare.

Baca: Bupati Tanjabtim Teken MoU Kerjasama dengan Inhil dan Lingga Terkait Pengembangan Kelapa Dalam

Baca: Harga Kelapa Dalam Jatuh, Petani Kelapa di Tanjabtim Menjerit, Harapkan Solusi Konkrit Pemerintah

Petani kelapa di Tanjab Timur kebingungan seiring harga komoditi kelapa dalam yang terus turun, Selasa (31/7).
Petani kelapa di Tanjab Timur kebingungan seiring harga komoditi kelapa dalam yang terus turun, Selasa (31/7). (Tribun Jambi/Zulkifli)

Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan Tanjung Jabung Timur Rajito, kepada Tribunjambi.com mengiyakan jika saat ini harga kelapa dalam jauh mengalami penurunan.

"Betul sekali harga kelapa dalam saat ini hanya berkisar Rp 400 - 600 perbutir. Dan, itu bukan hanya terjadi di Tanjung Jabung Timur, melainkan terjadi di semua daerah penghasil kelapa dalam," sebut Rajito.

Baca: Jamal Khashoggi Dibunuh Secara Keji, Curhat Sedih Dua Putrinya, Jiwanya Tetap Bersama Kami

Baca: 65 Hari Kota Utqiaġvik, Alaska Paling Utara di Amerika Serikat Bakal Tak Disinari Matahari

Menyikapi hal itu lanjut Rajito, berdasarkan pertemuan dengan koalisi pemerintah pemerhati kelapa (Kopek) di Kabupatem Lingga beberapa waktu lalu mereka akan menyurati Kementrian terkait mengenai masalah tersebut.

"Semuanya mengalami persoalan harga kelapa sama seperti kita," ungkap Rajito.(*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved