Begini Kata Saksi Kecelakaan Maut di Cipondoh, Puluhan Santri Luka, Satu Tewas

Kecelakaan maut yang merenggut nyawa itu terjadi karena rem blong dan sopir baru belajar nyetir.

Begini Kata Saksi Kecelakaan Maut di Cipondoh, Puluhan Santri Luka, Satu Tewas
Warta Kota/Andika Panduwinata
Mobil yang mengangkut para santri kecelakaan di flyover Cipondoh, Tangerang. Belasan santri luka-luka dan seorang diantaranya tewas di lokasi kejadian. 

TRIBUNJAMBI.COM - Salah satu saksi mata kecelakaan maut di Cipondoh, Amar (28), menceritakan kecelakaan maut yang merenggut nyawa itu terjadi karena rem blong dan sopir baru belajar nyetir.

Katanya, mobil pikap berwarna merah yang melintas dari jembatan layang itu terlihat oleng saat sampai di turunan kemudian terguling.

"Mobilnya kira - kira rem blong soalnya jalan kencang sekitar 60 kilometer per jam. Lagian itu sopirnya bocah baru belajar," kata Amar.

"Dari arah atas mau turun mobil dari ujung sudah oleng. Terus mojok, terbalik tahu - tahu jatuh ada bocah ngegeletak satu anak kecil meninggal di tempat," ungkapnya.

Baca: Kelompok Bersenjata yang Ditakuti Ini Terbirit-birit Diserbu 13 Pasukan Kopassus, Ini Kisahnya

Amar menyebut mobil tersebut melintas dari arah Karang Tengah menuju Jakarta via jalur kawasan Green Lake City.

Setelah mobil itu terguling, sekitar 20 penumpang pun terpental. Menurutnya, para korban santri ini diperkirakan berumur belasan tahun dan mengalami luka-luka cukup berat.

"Umurnya pada belasan tahun itu santri. Satu orang meninggal di tempat. Nah yang selamat lukanya kebanyakan di kepala, tapi ada juga yang sadar dan kritis," papar Amar.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di kawasan Green Lake, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang menelan puluhan korban luka.

Mobil pikap yang bermuatan rombongan para santri ini terguling karena diduga mengalami rem blong.

Hal itu diungkapkan langsung Kanit Laka Lantas Polrestro Tangerang, AKP Isha Anshori. Ia menjelaskan kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 12.40 WIB, Minggu (25/11/2018).

Mobil tersebut mengangkut 20 penumpang yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Semanan.

Baca: Dari Dalam Kubur, Ustadz Muzamil Sampaikan Tausiyah. Ingatkan Jamaah tentang Peran Seoarang Ibu

"Para penumpang tersebut terpental karena mobil yang ditumpanginya terguling. Kondisi para korban terluka cukup parah. Satu di antaranya meninggal di tempat. Kami masih melakukan pendataan dan penyelidikan yang mendalam," kata Isha seperti dikutip dari Warta Kota, Minggu (25/11/2018) di Cipondoh, Tangerang.

Menurutnya, saat ini para korban telah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

"Korban luka dibawa ke RS Karang Tengah Ciledug dan RSUD Kabupaten Tangerang," ucapnya.

Seperti diberitakan Warta Kota sebelumnya, para santri yang berasal dari Ponpes Miftahul Huda Semanan pimpinan KH. Noval ini sehabis menghadiri acara Maulid Nabi di Ponpesnya KH Rosyid, Kampung Pondok, Karang Tengah, Kota Tangerang.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved