Perbanyak Pojok Baca, dan Mengajak Orang Lain Membaca

Satu di antara cara untuk mendapatkan informasi adalah dengan membaca. Informasi dapat diperoleh dengan mudah melalui bacaan

Perbanyak Pojok Baca, dan Mengajak Orang Lain Membaca
tribunjambi/aldino
Melani Kadar 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satu di antara cara untuk mendapatkan informasi adalah dengan membaca. Informasi dapat diperoleh dengan mudah melalui bacaan. Namun sudahkah anda membaca hari ini?

Berdasarkan studi most littered nation in the world yang dilakukan central connecticut state university pada 2016 Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara soal minat membaca.

Jika diperhatikan di Jambi saja ada lebih banyak toko handphone atau fashion dibandingkan toko buku.

Sebagian besar orang menyadari bahwa membaca adalah aktivitas yang penting namun hanya sedikit orang yang melaksanakannya.

Menurut Melani Kadar sebagai masyarakat kita harus lebih peduli untuk mengajak orang lain untuk membaca juga.

“Apa yang membuat mereka tidak membaca adalah kurangnya keingintahuan terhadap sesuatu. Misalnya bicara tentang motivasi, omongan orang memang memotivasi, tapi kalau buku itu lebih ilmiah, mendalam dan detail. Untuk itulah seseorang harus tetap membaca,” ungkap Duta Baca Provinsi Jambi 2018 ini.

Adanya alternatif bacaan dari buku ke online merupakan pilihan untuk kepraktisan. Namun jika membaca buku dalam bentuk fisik akan lebih memiliki manfaat dibandingkan online. Di antaranya merangsang otak, mengurangi stress, membuka pikiran dan lain-lain.

“Mengenai bacaan online itu menurut saya tidak terlalu melekat di otak berbeda dengan membaca bentuk fisik dari buku yang lebih lekat daya ingatnya,” ucap wanita 28 tahun ini.

Adapun langkah yang sebaiknya dilakukan agar menarik minat baca orang-orang yaitu bisa memperbanyak pojok baca. Saat ini ada lebih banyak pojok wifi di tengah-tengah masyarakat, alangkah baiknya juga disandingkan dengan pojok baca.

“Minat baca di Jambi itu menurutku tidak rendah namun fasilitas yang diberikan masih minim. Di Jambi saja perpustakaan kecil, toko buku yang hits baru satu. Jadi gimana caranya kita bersinergi untuk memperbanyak tempat baca,” ujarnya.

Dirinya sendiri setiap satu bulan selalu meluangkan waktu untuk membeli satu buku. Sejauh ini buku yang paling berkesan menurutnya adalah berfikir positif dari Ibrahim Elfiky. Buku itu ia dapatkan dari ketua prodi management Unja karena dirinya dinobatkan sebagai lulusan terbaik.

Sebagai wanita yang berprofesi sebagai pimpinan redaksi juga menurutnya antara jurnalisme dan membaca adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

“Jurnalis itu harus cerdas dan suka baca sehingga ia memiliki referensi kuat,” katanya. (nurlailis)

Nukilan Melani
Nama: Melani Kadar, S.E., M.M.
TTL : 15 Mei 1990
Pendidikan: Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi
Pekerjaan: Pemimpin Redaksi JEKTV
Hobi: Membaca dan Menulis
Sosmed: Instagram @melani_kadar
Prestasi yang pernah diraih:
1. Duta Baca Provinsi Jambi Tahun 2018
2. Juara I Presenter Terbaik Jawa Pos Multimedia Tahun 2017
3. Juara II Lomba Penyiar HUT TVRI Jambi Ke-18 Kategori Berita Tahun 2013.
4. Juara I Lomba Penyiar Televisi HUT Ke-16 TVRI Jambi Tahun 2011.
5. Juara II Kategori News Bahasa Indonesia Lomba Presenter JEKTV Tahun 2010.

Penulis: Nurlailis
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved