Sejarah dan Arti Dari Black Friday Tradisi Setelah Thanksgiving dan Promo Belanja Keperluan Natal

Setelah festival belanja 11.11 atau yang lebih dikenal dengan Single's Day berakhir, berganti dengan Black Fiday yang jatuh pada hari ini, Jumat

Sejarah dan Arti Dari Black Friday Tradisi Setelah Thanksgiving dan Promo Belanja Keperluan Natal
Michael Nagle untuk Bloomber
Black Friday di Amerika Serikat(Michael Nagle untuk Bloomberg) 

TRIBUNJAMBI.COM - Black Friday menjadi trending topik Google pagi ini.

Apa itu Black Friday, arti dan juga sejarahnya?

Mungkin banyak diantara Anda yang penasaran dengan Black Friday.

Tribunjambi.com melansir dari Kompas.com Black Friday ternyata sebuah tradisi.

Bulan November ibarat surga belanja, tak habis-habisnya memberi kejutan bagi para pemburu barang-barang diskon.

Setelah festival belanja 11.11 atau yang lebih dikenal dengan Single's Day berakhir, berganti dengan Black Fiday yang jatuh pada hari ini, Jumat (23/11/2018).

Pesta belanja Black Friday sudah menjadi tradisi tahunan yang digelar sehari setelah perayaan Thanksgiving.

Baca: Video Asusila Mojang Karawang Begini Pengakuan Pelaku yang Merekam dan Awal Mula Bisa Tersebar

Di belahan dunia lain, momentum tersebut biasanya dimanfaatkan untuk berbelanja barang-barang keperluan Natal dengan harga miring.

Toko ternama seperti Amazon, Walmart, Best Buy, dan lainnya jadi langganan turut meramaikan festival belanja besar-besaran itu di Amerika.

Sebagaimana dikutip dari blackfriday.com, sebagian besar pekerja memilih libur di hari belanja tersebut, kecuali yang bekerja di ritel.

Halaman
1234
Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved