Kisah Keluarga Presiden Soeharto, Begini Cara Soeharto Menangani Anaknya yang Nakal

TRIBUNJAMBI.COM--Kisah keluarga Cendana, almarhum Soeharto, Presiden ke-2 Indonesia selalu menarik untuk

Editor: ridwan
HAI
Keluarga Soeharto 

TRIBUNJAMBI.COM--Kisah keluarga Cendana, almarhum Soeharto, Presiden ke-2 Indonesia selalu menarik untuk diketahui.

Bagaimana penguasa Indonesia selama 32 tahun itu mendidik anak-anaknya di antara kesibukannya sebagai seorang Kepala Negara.

Presiden Soeharto memiliki enam orang anak, tiga laki-laki dan tiga perempuan hasil pernikahanya dengan Siti Hartinah atau lebih dikenal Tien Soeharto.

Cerita kali ini datang dari orang dekat keluarga Cendana yakni Probosutedjo, pengasuh anak-anak Soeharto sejak 1963 atau saat Soeharto masih berpangkat Brigadir Jenderal.

Cerita Probosutedjo ia tuangkan dalam buku 'Saya dan Mas Harto Memoar Romantika Probosutedjo' karya Alberthiene Endah.

Pada buku itu, Probo menggambarkan bagaimana potret kedekatan Soeharto dengan anak-anaknya itu sekaligus menangani mereka saat nakal.

Probo menjadi saksi tumbuh kembang anak-anak Soeharto, yakni Sigit Harjojudanto, Siti Hardiyanti Indra Rukmana (Tutut), Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Harijadi (Titiek), Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).

Ia mengatakan, anak-anak Soeharto merupakan bocah yang lucu di masa kecilnya.
Mereka juga nakal, khas seperti anak-anak sebayanya. Selama menjadi pengasuh anak-anak Soeharto, Probo mengenali satu per satu karakter mereka.

Umpamanya, ia menilai Tutut sebagai gadis pemalu yang sering membawa sapu tangan ke mana pun. Sementara kata Probo, Sigit dan Bambang di masa kecilnya merupakan anak yang nakal bukan main.

Apalagi saat bersama-sama, tak jarang Bambang dan Sigit berantam.
Tetapi saat dipisahkan, mereka berubah jadi anak berperangai manis.

Yah, Pak Harto memiliki cara tersendiri untuk memisahkan Sigit dan Bambang.

"Begitu Sigit dan Bambang ribut, dengan tenang Mas Harto menggendong keduanya dan melemparkan ke tempat tidur sambil membentak," ujar Probo.

Titik Soeharto-pun demikian. Ia dikenal sebagai bocah tomboi dan lucu.
Pernah suatu hari Soeharto kesal dengan Titiek, sehingga ia menguncinya di dalam kamar.

Tegasnya Soeharto itu tak menyurutkan kasih sayangnya kepada anak-anaknya.
Setidaknya hal itu diamini sendiri oleh Tutut Soeharto.

Melalui akun Instagramnya, Tutut yang dahulu dikenal sebagai bocah pemalu ini mengunggah foto kilas balik ketika bersama Soeharto.

Ia mengaku dahulu kerap dipukul secara halus di bagian kepalanya oleh Soeharto.

Tutut menyebutnya 'dijenggung'.

Itu bukan ekspresi kemarahan Soeharto, melainkan bentuk kasih sayang.
Sebab, tak jarang Soeharto menjenggung anak-anaknya sembari tersenyum.

"Ini yang namanya di "Jenggung". Kepala di pukul halus dg kepalan tangan bagian bawah... sebagai tanda cinta...," tulis Tutut Soeharto sebagai caption melalui akun Instagram, @tututsoeharto, Kamis (5/7/2018).

Sejumlah warganet-pun berkomentar, sepakat jika dijenggung merupakan bentuk kasih sayang seorang bapak kepada anaknya.

Sebagian dari mereka juga mengaku pernah mengalami momen serupa.

sucimertoyudho_spd: "Khas priyayi jawa .... Kebiasaan eyang dn sy meniru hingga kini bu."

rustrii_: "Sngnya mbk kl dijegung bpk itu tandanya syg bgt, jd inget masa kecil dijegung eyang,, bpk kl beliau alm gemes sm kita."

kucingdapur82: "Itu namany di tempeleng yaa mb',bedany itu tempeleng rasa sayang bukan kesel/benci."

Faktanya, Tutut Soeharto terus mengingat momen saat dijenggung ayahnya.

Hingga ia menikah dengan Indra Rukmana dan dikaruniai empat orang anak, yaitu Dandy Nugroho Hendro Maryanto (Dandy), Danty Indriastuti Purnamasari (Danty), Danny Bimo Hendro Utomo (Danny), dan Danvy Sekartaji Indri Haryanti Rukmana (Sekar). (*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved