3 Jenis Ikan Khas Batanghari, Terancam Punah. Ini Jenis Ikan dan Penyebabnya

Menurutnya, tiga jenis ikan langka tersebut diantaranya ikan Seranggang, ikan Betutu, dan ikan Kelemak.

3 Jenis Ikan Khas Batanghari, Terancam Punah. Ini Jenis Ikan dan Penyebabnya
tribunjambi/abdullah usman
Kabid Produksi Perikanan Dinas perikanan dan ketahanan pangan Batanghari, Syofyan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Dinas perikanan dan ketahanan pangan Kabupaten Batanghari, mencatat ada tiga jenis ikan khas Batanghari, yang saat ini terancam bahkan telah punah. Hal itu disebabkan tercemarnya Sungai Batanghari.

Perubahan kondisi air Sungai Batanghari yang sudah tercemar, seiring perkembangan zaman dan banyaknya aktifitas ilegal yang berada dibantaran Sungai Batanghari, tidak hanya berdampak buruk dan merugikan bagi manusia saja, namun juga dirasa bagi ekosistem yang berada di dalam sungai.

Baca: 90 Persen Wilayah Berpenduduk di Pinggiran Sungai Batanghari, Ancaman Longsor Meningkat

Baca: Di Depan Hakim, Zumi Zola Ungkap Permohonan Khusus ke Sang Istri-Sherrin Tharia

"Tercatat saat ini ada tiga jenis ikan khas Batanghari yang sudah sulit dijumpai bahkan sudah ada yang punah, akibat tidak dapat bertahan dengan kondisi air sungai yang telah tercemar saat ini," kata Kabid Produksi Perikanan Dinas perikanan dan ketahanan pangan Batanghari, Syofyan, kepada Tribunjambi.com, Kamis (22/11/2018).

Menurutnya, tiga jenis ikan langka tersebut diantaranya ikan Seranggang, ikan Betutu, dan ikan Kelemak. Ikan-ikan tersebut saat ini sudah mulai sulit untuk dijumpai di Sungai Batanghari yang merupakan habitat alami bagi mereka.

Baca: Bantuan tak Kunjung Ada, Puluhan Korban Kebakaran Pasar Baru Sungai Penuh, Datangi Kantor BPBD

Baca: Zumi Zola Baca Pledoi Sambil Menangis Tersedu, Minta Hukuman Ringan, Semoga Allah Mengampuni Saya

Selain tiga jenis ikan konsumsi tersebut, jenis ikan lainnya juga terancam mengalami kepunahan dari jenis ikan hias lainnya yang didominasi tinggal di sungai dan kawasan anak sungai. Karena pencemaran air sungai tidak hanya di Sungai Batanghari, namun sudah menyebar hingga ke anak sungai.

Bagi dinas terkait mengalami kendala, terutama untuk melakukan pengembangbiakan terhadap jenis ikan-ikan langka tersebut, Diantaranya terkait pengembangan ikan yang masih berusia larfa.

"Untuk pengembangbiakan memang sedikit susah, terutama untuk pakan saat ikan masih berusia larfa. Karena untuk tiga jenis ikan tadi diusia larfa sangat sulit pakan yang cocok bagi mereka. Sehingga saat pengembangbiakan banyak larfa yang mati karena tidak cocok dengan pakan," paparnya kepada tribunjambi.com.

Baca: Ekonomi Terpuruk dan Sakit Diabetes, Zumi Zola Minta Uang di Brankas yang Disita KPK Dikembalikan

Baca: Viral, Video Sepeda Motor Jalan Sendiri Tanpa Pengendara di Tol, Jadi Misteri Bagaimana Bisa Melaju

Pemerintah Batanghari kata Syofyan, sebelumnnya telah mencoba membuat terobosan untuk menyelamatkan ikan langka tersebut, diantaranya dengan membuat lubuk larangan.

"Lubuk larangan pernah dibuat namun tidak efektif, seperti di danau cadika pada tahun 2004 lalu. Namun ulah dari masyarakat sendiri akhirnya program itu gagal," bebernya.

"Batanghari masih lemah untuk pengolahan terkait itu. Terutama masyarakat itu sendiri," jelasnya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved