Campus Zone

Inkubator Bisnis Unja Lahirkan Mahasiswa Entrepreneur

Wirausahawan dapat tumbuh dari mana saja termasuk di universitas. Universitas Jambi pun telah banyak melahirkan entrepreneur

Inkubator Bisnis Unja Lahirkan Mahasiswa Entrepreneur
TRIBUN JAMBI/NURLAILIS
Mahasiswa Unja yang memperkenalkan produknya di acara global entrepreneurship week Unja 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wirausahawan dapat tumbuh dari mana saja termasuk di universitas. Universitas Jambi pun telah banyak melahirkan entrepreneur sejak lama melalui pusat study inkubator bisnis.

Selayaknya pengertian inkubator, mahasiswa yang masuk ke pusat study inkubator bisnis ini adalah wirausahawan yang lahir secara prematur. Mereka melakukan usaha tanpa perencanaan sehingga ditemukan hambatan.

Baca: Teh Ide, untuk Anda yang Tidak Suka Jamu. Inovasi Minuman Kesehatan dari Dosen Faperta Unja

“Adanya inkubator mencoba meningkatkan kinerja mereka. Ada beberapa hal yang dilakukan.  Seperti pendampingan, konservasi, bimbingan teknis, memfasilitasi karena tidak pungkiri ada banyak pemain baru yang kekurangan modal. Inkubator bukan meminjamkan tapi memfasilitasi ke lembaga keuangan untuk mendapatkan tambahan modal,” ungkap ketua inkubator bisnis Unja, Agus Syarif.

Ia menjelaskan diinkubator ada dua macam tenant atau klien yaitu in wall, semua yang difasilitasi kampus dan out wall, yang punya usaha diluar kampus. Bahkan juga ada juga tenant yang dari Batanghari dan kabupaten lainnya.

Baca: Produk Nanas Goreng Mahasiswa Unja, Raih Prestasi Nasional dan Berdayakan Masyarakat

Untuk tahapan agar bisa masuk inkubator bisnis bagi mahasiswa ada Program Mahasiswa Wirasusaha (PMW) yang sudah berjalan 10 tahun. Di program ini ada istilah diwisuda jika mereka sudah dianggap bisa berjalan sendiri. Mereka akan diberikan dana hibah sekitar Rp 9 juta.

Ada juga Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (PKBMI) yang bantuannya mencapai Rp 40 juta. Seperti contohnya nanas goreng lokak yang menang pada kompetisi nasional. Mereka memulai dari PMW dan PKBMI. Selanjutnya calon perusahaan pemula berbasis teknologi yang dananya mencapai Rp 200 juta. Dalam satu produk bisa 3-5 orang yang terlibat.

Baca: Seminar Internasional Unja: Aturan Hukum Sumber Daya Alam Untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Tahapan untuk masuk inkubator intinya harus ada ide sekalipun mereka belum ada produknya. Ada seleksi pula untuk masuk inkubator bisnis di Unja,” jelasnya.

Berbicara masalah wirausaha dan mahasiswa tentu ada kekhawatiran mengganggu akademiknya. Namun ternyata tidak juga.

“Kami punya mahasiswa bernama Rusdiana Pratiwi, dia juara 1 kompetisi bisnis nasional, lulusan terbaik ekonomi. Saat ini usahanya pempek mas ayu 212 yang awalnya dari PMW. Ada juga Aulia dari nanas goreng Lokak yang cum laude. Tapi tidak bisa dipungkiri memang ada mahasiswa yang sibuk berwirausaha dan meninggalkan akademiknya. Namun kami meyakini mahasiswa itu akan tetap menyelesaikan akademiknya. Memang disaat memulai usaha itu butuh fokus yang lebih terhadap usaha tersebut,” paparnya.

Baca: FH Unja Gelar Seminar Internasional, Pembicara dari Universitas Charles Darwin dan Thailand

Selama 10 tahun inkubator bisnis Unja berjalan sudah ada ribuan mahasiswa yang sudah dibimbing. Dalam satu tahun ada 150 orang terpilih yang dibimbing oleh inkubator bisnis unja. 

Penulis: Nurlailis
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved