Kasus Pembangunan Embung

4 Terdakwa Kasus Embung di Sungai Abang Dengarkan Tuntutan Hari Ini, Jonaita dan Faisal Lebih Berat

Sidang tuntutan empat terdakwa perkara pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo, akhirnya digelar di Pengadilan

4 Terdakwa Kasus Embung di Sungai Abang Dengarkan Tuntutan Hari Ini, Jonaita dan Faisal Lebih Berat
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Empat terdakwa kasus pembangunan Embung di Tebo mendengarkan tuntutan hari ini, Rabu (21/11). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang tuntutan empat terdakwa perkara pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo, akhirnya digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Rabu (21/11/2018).

Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Dedy Muchti Nugroho, keempat terdakwa dituntut dengan hukuman berbeda.

Tuntutan Sarjono dibacakan lebih dulu oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (JPU Kejati) Jambi, I Putu Eka Suyantha.

"Menuntut terdakwa Ir Sarjono bin berupa kurungan penjara selama 2 tahun dan 6 bulan, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani dengan perintah terdakwa tetap ditahan," kata Eka.

Baca: Sempat Ditunda, Sidang Tuntutan Kasus Embung Sungai Abang Dijadwalkan Rabu ini

Selain itu, Sarjono juga dituntut membayar denda Rp 50 Juta dengan subsider enam bulan. Lebih lanjut, dia juga diperintahkan membayar uang pengganti sebesar Rp 80 juta, dengan subsider penyitaan harta benda atau subsider 1 tahun 3 bulan.

Selanjutnya, Kembar Nainggolan dituntut lebih ringan dengan kurungan penjara selama 1 tahun dan 6 bulan. Selain itu, Kembar juga dituntut membayar denda Rp

Baca: Dua Terdakwa Kasus Embung di Sungai Abang Janji Kembalikan Kerugian Negara

50 juta dengan subsider tiga bulan kurungan.

"Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan. Menuntut terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp 50 juta, dengan subsider tiga bulan," lanjut jaksa.

Tuntutan lebih berat justru dijatuhkan pada Jonaita Nasir dan Faisal Utama, meski keduanya telah mengembalikan kerugian negara masing-masing Rp 15 juta.

Mereka dituntut tiga tahun penjara dan denda Rp 50 juta dengan subsider enam bulan. Selain itu, keduanya juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 552.038.414,9 dengan ketentuan penyitaan atau subsider 1 tahun 6 bulan.

Para terdakwa dituntut dengan dakwaan subsider, subsidair, pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas tuntutan itu, para terdakwa melalui tim penasihat hukumnya akan membacakan nota pembelaan (pledoi), Rabu (28/11/2018) mendatang.

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved