Diduga Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi, 18 Warga Arab Saudi Dilarang Masuk Jerman

Pemerintah AS telah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap 17 warga Saudi yang diduga terlibat kasus pembunuhan Khashoggi.

Diduga Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi, 18 Warga Arab Saudi Dilarang Masuk Jerman
AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Jerman mengumumkan larangan masuk bagi 18 warga negara Arab Saudi yang diduga terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Demikian Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menyampaikan hal tersebut pada Senin (19/11/2018), sebagai respons atas pembunuhan Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Larangan tersebut secara efektif membatasi mereka untuk memasuki 26 negara Eropa di dalam wilayah bebas paspor Schengen.

Sejauh ini pemerintah Jerman belum mengungkapkan nama-nama 18 tersangka, namun media setempat melaporkan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman tidak termasuk di antaranya.

Baca: Pasca Pembunuhan Jamal Khashoggi, Posisi Pangeran Muhammed bin Salman Jadi Putra Mahkota Terancam

Maas mengatakan Jerman telah membahas sanksi-sanksi terbaru bersama dengan Inggris dan Prancis.

Langkah ini menyusul pengumuman Amerika Serikat pekan lalu mengenai sanksinya terhadap 17 pejabat tinggi pemerintah Arab Saudi.

Pada hari yang sama, Kementerian Ekonomi Jerman mengumumkan negaranya akan melarang penjualan semua jenis senjata ke Arab Saudi.

Sebelumnya, Pemerintah AS telah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap 17 warga Saudi yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Khashoggi, termasuk sejumlah pembantu utama Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Baca: Rekan Jamal Khashoggi: Kami Mencari Keadilan untuk Jiwa Jamal, Jurnalisme dan Dunia

Sanksi diumumkan Kamis (15/11/2018), tak lama setelah jaksa penuntut umum Arab Saudi mengabarkan bahwa lima pejabat mereka yang terlibat pembunuhan Khashoggi akan menghadapi ancaman hukuman mati.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved