Tim Kopassus Dalam Ekspedisi ini Sempat Gentar Saat Tahu Suku yang Diduga Kanibal Berada di Lembah X

Seperti yang terjadi saat prajurit Kopassus harus masuk kedalam hutan perantara Papua, dan masuk sarang suku Kanibal.

Tim Kopassus Dalam Ekspedisi ini Sempat Gentar Saat Tahu Suku yang Diduga Kanibal Berada di Lembah X
AMMOchambers
14082018_kopassus 

TRIBUNJAMBI.COM - Cerita tentang keberanian prajurit Kopassus memang selalu menarik untuk diperhatikan.

Mulai dari saat berhadapan dengan musuh, maupun menghadapi misi berbahaya.

Seperti yang terjadi saat prajurit Kopassus harus masuk kedalam hutan perantara Papua, dan masuk sarang suku Kanibal.

Baca: 30 Anggota Kopassus yang Menyamar Jadi Hantu Putih Buat Tunggang Langgang Pemberontak Kongo

Baca: Juliana Klarisa Raih Tiga Emas dari Cabor Angkat Besi 58 Kg

Baca: Live Streaming Momen BLACKPINK Bertemu Via Vallen di Acara Shoppe Road to 12.12 Birthday Sale

Dikutip TribunJambi.com dari Intisari, misi tersebut bermula ketika ditemukannya jasad Rockfeller hanya ditemukan berupa sepotong kaki yang masih mengenakan sepatu.

Berdasar jenis sepatu itulah sepotong kaki itu kemudian dikenali sebagai jasad dari mendiang Rockfeller.

Kabar kematian Rockfeller dengan cara yang sangat tragis itu pun menjadi perhatian dunia internasional termasuk rumor bahwa Rockfeller telah dimakan oleh suku terasing yang tinggal di hutan belantara Papua Nugini.

Rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia tidak hanya beredar di Papua Nugini tapi juga menyebar ke kawasan pedalaman Irian Barat (Papua) yang di tahun 1960-an masih merupakan hutan lebat yang belum terjamah.

Prajurit Kopassus
Prajurit Kopassus (net)

Pada 5 Mei 1969 meski rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia di pedalaman Papua masih santer, sekitar 7 anggota pasukan baret merah (RPKAD/Kopassus), 5 anggota Kodam XVII Cenderawasih Papua dan tiga warga asing yang juga kru televisi NBC, AS serta satu wartawan TVRI, Hendro Subroto melaksanakan ekspedisi ke Lembah X yang berlokasi di lereng utara gunung Jayawijaya.

Tim ekspedisi yang berjumlah total 16 orang itu dipimpin oleh personel RPKAD Kapten Feisal Tanjung sebagai Komandan Tim dan Lettu Sintong Panjaitan sebagai Perwira Operasi.

Sintong Pandjaitan memimpin RPKAD
Sintong Pandjaitan memimpin RPKAD

Lokasi ekspedisi disebut sebagai Lembah X dan berada di lereng utara Gunung Jayawijaya yang berpemandangan elok sekaligus merupakan tempat yang belum pernah dijamah oleh manusia dari luar.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved