Campus Zone

Teh Ide, untuk Anda yang Tidak Suka Jamu. Inovasi Minuman Kesehatan dari Dosen Faperta Unja

Jika ditanya tentang produk kesehatan terbaik Indonesia, orang tentu akan menjawab jamu. Namun apakah setiap orang di Indonesia

Teh Ide, untuk Anda yang Tidak Suka Jamu. Inovasi Minuman Kesehatan dari Dosen Faperta Unja
TRIBUN JAMBI/NURLAILIS
Teh Ide, alternatif minuman kesehatan bagi Anda yang tak suka jamu.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jika ditanya tentang produk kesehatan terbaik  Indonesia, orang tentu akan menjawab jamu. Namun apakah setiap orang di Indonesia mengonsumsi jamu? Tentu hanya sebagian orang yang melakukannya.

Hal inilah yang membuat Dede Martino, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jambi ini membuat inovasi minuman kesehatan yang diberi nama Teh Ide.

Baca: Tiga Kunci Mudahan Menghafal Alquran. Anda Harus Tahu!

Menurutnya, ada beberapa alasan kenapa orang tidak minum jamu karena rasanya pahit dan bentuknya bubuk sehingga tidak tahu isinya apa aja. “Jadi dua hal itu yang buat orang tidak mau minum jamu, rasanya dan ketidakpercayaan karena bentuknya bubuk,” ungkapnya.

Dari situ ia terfikir untuk membuat jamu yang tidak pahit dan bahannya bisa diketahui. Cara membuat bahannya  dikeringkan.

“Ada banyak mesin pengering tapi kalau dikeringkan diatas suhu 100 derajat sudah banyak rusak senyawa aktifnya. Saya buat satu mesin yang mengeringkan bahan organik pada suhu dibawah 40 derajat. Namanya mesin sanggai dengan watt rendah. Dalam masa 32 jam bahannya sudah jadi dan warnanya tetap hijau,” jelasnya.

Kadar yang diberikan lebih untuk pencegahan dan untuk diminum sehari-hari. Tercetus nama Teh Ide karena itu adalah nama workshop pelatihan, juga singkatan dari inovasi dan entrepreneurship.

Baca: Marching Band Kota Jambi Bawakan Konsep Anime

Baca: Setahun Istri Pergi karena KDRT, Warga Taman Rajo Ini Lampiaskan Nafsu Bejat pada Putri yang Cantik

Bahan yang ada dalam Teh Ide adalah jeruk nipis, kunyit, jahe, kayu manis, kayu sepang dan buah naga. Bahan tersebut berasal dari petani.

“Petani kita produknya banyak namun sulit memasarkan. Dengan kami membuat Teh Ide bisa kami tampung produknya,” ungkapnya.

Cara pembuatannya;  satu bungkus itu untuk satu hari dengan teknik direndam. Kalau habis airnya bisa ditambah lagi. Dan kalau sudah satu hari bisa dibuang. Cara pemasarannya bisa dengan pemesanan langsung atau biasanya ada di bazar even dan CFD.

Mesin sanggai itu pula yang digunakan untuk menciptakan berbagai produk lainnya seperti sayur kering, teh jahe merah, dan juga teh jambu biji.

Baca: Atlet Peraih Perak dan Perunggu Juga Diberi Bonus Jutaan

Baca: 445 Mahasiswa Unbari Diwisuda

Baca: Wako AJB Lepas 383 Atlet Porprov Kota Sungai Penuh, Targetkan 20 Medali Emas

“Produksi sayur itu ada banyak namun kalau tidak laku bisa terbuang. Saya ingin hasil panen petani ini tidak terbuang maka diawetkan dengan cara yang sama seperti teh ide, yaitu dikeringkan. Ada sawi hijau, sawi putih, tomat, daun sop, dan lainnya. Yang produknya bisa ditanam di halaman rumah,” jelasnya.

Cara memasaknya sama dengan sayur biasa atau kalau tidak suka makan sayur produk ini bisa diblender untuk dicampurkan ke bahan lainnya. Ketahanan produk ini bisa satu bulan.

Jahe merah dan jambu biji juga sama. Khasiatnya untuk obat dan bentuknya sudah berbentuk teh sehingga dengan mudah bisa dikonsumsi.

Ia mengatakan jarak peciptaan produk-produk itu terbilang berdekatan. Yang lama adalah membuat alat hingga 5 kali pembaharuan. Yaitu mesin sanggai, mesin pengering tanpa panas dan khusus untuk bahan tanaman organik. Proses pembuatan mesin sanggai ini berlangsung selama 18 tahun.

Baca: Atlet Porprov Dilepas di Pendopo Tebo, Ada Bonus Rp 12,5 Juta

Baca: Pilihan Diksi Gendoruwo dan Sontoloyo Untuk Melawan Strategi Menakuti

Baca: Wabup Robby Lepas Atlet Tanjabtim Menuju Ajang Porprov, Ini Pesan Untuk Atlet

Baca: Rendahnya Lulusan Passing Grade CPNS 2018 Dibanding Formasi yang Dibutuhkan, Ini Kebijakan Presiden 

Penulis: Nurlailis
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved