Sempat Ditunda, Sidang Tuntutan Kasus Embung Sungai Abang Dijadwalkan Rabu ini

Sempat ditunda, tuntutan terhadap empat terdakwa perkara pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo, dijadwalkan akan

Sempat Ditunda, Sidang Tuntutan Kasus Embung Sungai Abang Dijadwalkan Rabu ini
Tribun Jambi/Mareza
Faisal Utama (paling kiri) dan Jonaita Nasir (dua dari kiri) saat menjalani persidangan dengan terdakwa lain di Pengadilan Tipikor Jambi 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sempat ditunda, tuntutan terhadap empat terdakwa perkara pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo, dijadwalkan akan dibacakan Rabu (21/11/2018).

Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (JPU Kejati) Jambi, belum siap untuk membacakan tuntutan.

"Mohon izin, yang mulia. Tuntutan belum bisa dibacakan," kata satu di antara jaksa yang menangani kasus itu.

Baca: VIDEO: Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu Kena OTT KPK

Selain itu, dua di antara empat terdakwa menjanjikan pengembalian kerugian negara. Keduanya adalah Jonaita Nasir selaku pemilik proyek pembangunan embung dan Faisal Utama selaku kuasa direktur PT PAN. Namun, di persidangan sebelumnya, keduanya belum dapat memastikan jumlah yang dikembalikan.

Perlu diketahui, kasus ini juga menjerat Sarjono selaku Kadis Pertanian Tebo yang juga Pengguna Anggaran, Kembar Nainggolan sebagai Kabid Pertanian Tebo selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Mereka diduga telah melakukan penyalahgunaan dana proyek Pengadaan Konstruksi Embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015. Dari proyek 100 persen, pekerjaannya baru diselesaikan sekitar 80,799 persen, yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 51 ayat (1) huruf c dan Pasal 89 ayat (4).
Proyek dengan anggaran sekitar Rp 1,62 miliar itu mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 1,233 miliar.

Baca: Jadwal Pertandingan Porprov Jambi 2018, Senin (19/11) Besok. Dari Marching Band Hingga Kempo

Baca: Pemkot Siapkan 300 Juta Untuk Kelurahan

Perbuatan keempat terdakwa secara primair diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Secara subsidair, perbuatan keempat terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca: Plt Gubernur Minta Pihak EBN Membenahi Kekurangan Angso Duo Baru

Baca: Terdakwa Kasus Dana PAUD Jalani Sidang Perdana Rabu Ini

Baca: VIDEO: Unggul Sementara Perolehan Medali, Marching Band Kota Jambi Bawakan Konsep Anime

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved