Belasan Meter Tembok Stadion KONI Bangko Ambruk

Tembok beton atau pagar stadion Kini Bumi Masurai Kabupaten Merangin ambruk. Ambruknya pagar dengan diameter

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Muzakkir

TRIBUNJAMBI..COM, BANGKO - Tembok beton atau pagar stadion Kini Bumi Masurai Kabupaten Merangin ambruk

Ambruknya pagar dengan diameter lebih kurang 15 meter tersebut diduga karena usianya sudah tua selain faktor curah hujan beberapa hari terakhir.

Informasi yang dihimpun Tribunjambi.com,  peristiwa itu terjadi Kamis (15/11) kemarin sekitar pukul 08:30 wib. Saat kejadian, banyak warga yang terkejut, karena mengeluarkan suara yang lumayan keras.

Baca: Pengajuan Pensiun di Pemkab Batanghari Didominasi Guru PNS

Ketika mengetahui tembok ambruk, warga sekitar langsung mendekati lokasi.

“Sekitar pukul 08.30.WIB, tiba-tiba ada suara keras. Setelah saya cari sumbernya ternyata pagar stadion Koni roboh,” kata Gunawan (43) warga sekitar.

Menurut dia, penyebab robohnya pagar stadion dikarenakan termakan usia karena kondisinya sudah rapuh banyak batu batanya yang runtuh.

Tembok ini runtuh bukan kali pertamanya terjadi, namun beberapa waktu lalu juga pernah terjadi, namun ukurannya tidak seperti saat ini. 

"Yang sebelumnya sudah ditutupin pake seng," kata Gunawan lagi.

Pantauan di lapangan, kondisi tembok memang sudah memprihatinkan.  Selain sudah berlumut, kondisi tembok juga banyak yang  miring. Kondisi ini membuat warga khawatir, sebab bisa saja sewaktu-waktu tembok tersebut kembali runtuh.

Baca: Serapan Anggaran Baru 70 Persen, OPD Tanjabtim Digenjot Pekerjaan

Baca: 32 Pejabat Eselon III dan IV di Tanjab Barat Dilantik, Berikut Nama dan Jabatannya

"Takutnya ada anak-anak main di situ. Saran kami, yang miring-miring ini runtuhkan bae," kata warga sekitar.

Ketua KONI Kabupaten Merangin Selamet Edi Sucipto ketika dikonfirmasi membenarkan jika tembok KONI mengalami runtuh. 

Kata dia, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa terkait hal ini, sebab mereka tidak mempunyai dana untuk perawatan ataupun pembuatan baru.

“Saya ikut prihatin, karena tidak ada anggaran sehingga minim perawatan," kata Selamet.

Terkait dengan banyaknya tembok yang sudah miring, Selamet mengatakan, jika memang kodisinya dianggap membahayakan dia setuju untuk dirobohkan. Namun dirinya belum bisa memastikan kapan akan dibangun kembali.

Baca: Raih Meda Emas, Pemkab Sarolangun Janjikan Bonus Lebih Besar Dibanding Porprov Lalu

Baca: 11 Desa dan Kelurahan Menjadi Kampung Percontohan Keluarga Berencana

Baca: BPBD Siapkan Posko Banjir dan Tanah Longsor

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved