Sidang Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Alkses Bungo, Jaksa Hadirkan Empat Saksi

"Rencana pengadaan itu sudah dibicarakan sejak 2013. Pengadaannya dimulai 2014," ujarnya.

Sidang Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Alkses Bungo, Jaksa Hadirkan Empat Saksi
tribunjambi/mahreza
Sidang dugaan korupsi Alkes Bungo, di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (14/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Empat saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara pengadaan alat kesehatan (alkes) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo atas terdakwa Solikin, Rabu (14/11/18).

Di antaranya adalah Zulmi selaku staf pengelola kegiatan. Dia mengatakan, pengadaan alat kesehatan pada 2014 tersebut sudah direncanakan sejak 2013.

"Rencana pengadaan itu sudah dibicarakan sejak 2013. Pengadaannya dimulai 2014," ujarnya.

Baca: Peluru Sniper Berseliweran di Atas Kepala Prajurit Kopassus, Kompi C Dapat Musuh Terlatih di Saparua

Selain alkes, dilakukan juga pengadaan lain, seperti ambulans dan genset.

"Tapi yang bermasalah cuma di alkes. Yang lain tidak ada masalah," katanya.

Dia mengaku hanya menginput data. Selain itu, dia juga mengaku sempat ikut review pertama, tapi tidak ikut pada review kedua saat pelengkapan data.

Baca: Maulid Nabi Bidah? Ini Kajian Ustaz Abdul Somad Soal Pendapat Ulama dan Amalan Nabi di Hari Itu

Selain Zulmi, dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Dedy Muchti Nugroho itu, dihadirkan pula tiga saksi lain. Mereka adalah Arif Budiono selaku staf pelaksana, Ai Sulastri selaku kasi yang mengelola kegiatan, dan Nurfa Usdiaty selaku mantan Kepala Dinkes dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Sebelumnya diberitakan, Solikin selaku kepala bidang Jaminan dan Sarana Kesehatan didakwa karena diduga terlibat dalam pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo pada 2014 lalu. Dia diduga membuat harga perkiraan sendiri (HPS) yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 318.189.934.

Baca: Bakal Terbang, Merpati Airline Tak Pakai Pesawat Boeing atau Airbus, Tapi Irkut MC-21, Ini Speknya

Dia didakwa dengan pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Baca: Kopassus Ekspedisi ke Pedalaman X, Cari Suku Primitif yang Diduga Kanibal

Dalam dakwaan subsider, dia dijerat pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.(*)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved