Panik, 16 ABK Aceh Lompat ke Laut Perairan Myanmar. Seorang Meninggal Karena tak Bisa Renang

Diduga boat nelayan Aceh mengalami kerusakan mesin, sehingga mereka terombang-ambing hingga masuk ke wilayah negara Myanmar.

Panik, 16 ABK Aceh Lompat ke Laut Perairan Myanmar. Seorang Meninggal Karena tak Bisa Renang
dok, KBRI Myanmar
Petuga KBRI mengunjungi makam nelayan asal Aceh Timur 

TRIBUNJAMBI.COM - Selasa (6/11) lalu, tentara angkatan laut Myanmar menyergab boat KM Bintang Jasa asal Idi, Aceh Timur. Boat dengan 16 ABK-nya itu saat disergap berada di wilayah Myanmar, tepatnya di perairan dekat Pulau Than, Myanmar.

Diduga boat nelayan Aceh mengalami kerusakan mesin, sehingga mereka terombang-ambing hingga masuk ke wilayah negara Myanmar.

Baca: Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Terungkap, Dilakukan dengan Cara Berbeda-beda

Saat penyergapan oleh tentara angkatan laut Myanmar, ke-16 nelayan itu secara spontan meloncat ke laut karena panik. Naas, Nurdin (41), salah seorang nelayan asal Aceh Timur, tidak bisa berenang sehingga ia tenggelam dan meninggal dunia.

Sedangkan yang lainnya berhasil diselamatkan. Selanjutnya, jenazah Nurdin dibawa ke Kota Kawthaung dan dimakamkan di kota tersebut.

Baca: Kehabisan pulsa? Begini Cara Kirim SMS Gratis Ke Semua Operator GSM

Proses pemakaman dilakukan secara Islam, yang dibantu oleh komunitas muslim melayu di Myanmar. Nelayan yang bernama Nurdin bin Nur Aman (41) asal Aceh Timur itu, saat ini sudah dikebumikan di kota tersebut.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri kepada media, Selasa (13/11) mengatakan, ia sudah menjalin komunikasi dengan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Myanmar di Yangon.

Sehingga didapatkan informasi bahwa nelayan asal Aceh itu meninggal dunia karena tenggelam di laut, korban diketahui tidak bisa berenang.

Baca: Mendiang Bruce Lee Meninggal karena Penyakit Ini, Bisa Membuat Penderita Pingsan Berkali- kali

Alhudri kemarin menjelaskan kronologis nelayan Aceh ditangkap, bahwa pada Selasa (6/11) tentara angkatan laut Myanmar menyergab boat KM Bintang Jasa asal Idi, Aceh Timur.

Boat dengan 16 ABK-nya itu saat disergap berada di wilayah Myanmar, tepatnya di perairan dekat Pulau Than, Myanmar. Diduga boat nelayan Aceh itu mengalami kerusakan mesin, sehingga mereka terombang-ambing hingga masuk ke wilayah negara Myanmar.

Baca: Caleg Eks Napi Koruptor, Diumumkan di Website Resmi KPU

Kata Alhudri, pemakaman itu dilakukan setelah ada persetujuan Kapten KM Bintang Jasa, Jamaluddin. Bahkan pihak staf KBRI di Yangon beberapa hari lalu sudah berkunjung ke makam Nurdin.

Dikatakan Alhudri, jika memungkinkan dan mendapat persetujuan otoritas Myanmar, Pemerintah Aceh juga tidak menutup kemungkinan ikut mengupayakan jenazah nelayan Aceh yang sudah dikebumikan itu dapat dibawa pulang ke Aceh. (*)

Editor: budi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved