Masjid Agung di Sungaipenuh Diusulkan Jadi Warisan Budaya Benda

Sedangkan empat budaya warisan tak benda yang telah terdaftar dan dipatenkan adalah, tari rangguk, Ntak Wo, tari iyo-iyo dan kenduri Sko.

Masjid Agung di Sungaipenuh Diusulkan Jadi Warisan Budaya Benda
tribunjambi/heru
Tarian 'Sudah Tuai' yang ditampilkan di Festival Danau Kerinci, Rabu (3/10) membuat penonton terpukau 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Kota Sungai Penuh dikenal memiliki banyak kebudayaan, baik kebudayaan benda maupun tak benda. Agar tidak punah, kebudayaan tersebut pun didaftarkan secara nasional untuk dipatenkan.

Hingga 2018 ini, sudah ada lima warisan budaya benda dan tak benda yang didaftarkan telah dipatenkan oleh pemerintah pusat. Lima budaya tersebut satu merupakan budaya benda dan empat budaya tak benda.

Baca: Nilai Tak Capai Passing Grade, BKN Pastikan Nasib Peserta Tes TKD CPNS 2018 Sebelum Tanggal Ini

Budaya benda yang telah dipatenkan tersebut yakni, Lapik atau tempat duduk yang terbuat dari anyaman pandan. Dimana pusat pembuatan lapik ini berasal dari Kecamatan Hamparan Rawang.

Sedangkan empat budaya warisan tak benda yang telah terdaftar dan dipatenkan adalah, tari rangguk, Ntak Wo, tari iyo-iyo dan kenduri Sko.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sungaipenuh, Zulwahdi mengatakan, banyak manfaat telah didaftarkannya warisan budaya ini. Pertama daerah lain tidak bisa mengklaim budaya yang berasal dari kota Sunga Penuh.

Baca: VIDEO: Hotman Paris Menangis, Suaranya Bergetar Ceritakan tentang Anak-anaknya

Bukan itu saja ujarnya, manfaat lainnya warisan budaya ini tetap tumbuh ditengah-tengah masyarakat dan tidak lagi punah. Dimana masyarakat terutama generasi muda lebih mengenal dan menyukainya.

“Berkaca pada tari tauh, sebenarnya tari tauh merupakan tari yang berasal dari kota Sungai Penuh. Karena tidak ada yang mewarisi maka tari ini sudah hilang dan ditemukan di daerah lain,” ujarnya.

Baca: Foto Langka Marilyn Monroe yang Tidak Terekspose, Masih Sangat Muda dengan Gairah Remajanya

Disampaikannya, selain dari lima budaya benda tak benda yang telah dipatenkan tersebut, pihaknya juga telah telah mendaftarkan warisan budaya benda lainnya seperti Masjid Agung, batu gong yang berada di kecamatan Kumun Debai dan benda lainnya.

“Untuk yang lainnya kita masih menungguh pengakuan dari pusat, dan itu telah kita daftarkan,” tuturnya. (*)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved