Kasus Pembangunan Embung

Jaksa akan Bacakan Tuntutan Terdakwa Embung Sungai Abang Rabu Ini

Pembacaan tuntutan para terdakwa perkara dugaan pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo, dijadwalkan akan

Jaksa akan Bacakan Tuntutan Terdakwa Embung Sungai Abang Rabu Ini
tribunjambi/mahreza
Sidang dugaan korupsi kasus embung Sungai Abang 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pembacaan tuntutan para terdakwa perkara dugaan pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo, dijadwalkan akan dilangsungkan pada Rabu, (14/11/18) mendatang. Jadwal tersebut disepakati pada persidangan sebelumnya.

"Untuk tuntutan, sidang akan ditunda pada Rabu mendatang, tanggal 14 Novemver 2018," kata ketua majelis hakim, Dedy Muchti Nugroho, Rabu (7/11/18) kemarin.

Baca: Logistik yang Masuk Masih Kurang

Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jambi urung membacakan tuntutan para terdakwa karena surat tuntutan belum siap dibacakan.

Kasus ini melibatkan Sarjono sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo selaku Pengguna Anggaran (PA), Kembar Nainggolan selaku Kabid Pertanian Tebo sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Faisal Utama selaku Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa, dan Jonaita Nasir selaku pemilik proyek.

Keempatnya diduga telah melakukan penyalahgunaan dana proyek Pengadaan Konstruksi Embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015. Dari proyek 100 persen, pekerjaannya baru diselesaikan sekitar 80,799 persen, yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 51 ayat (1) huruf c dan Pasal 89 ayat (4).

Proyek dengan anggaran sekitar Rp 1,62 miliar itu mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 1,233 miliar.

Baca: 2.688 Pedagang Angso Duo Lama Dipindah Ke Angso Duo Baru

Baca: Pasar Angso Duo Lama Dipagar Petugas

Perbuatan keempat terdakwa secara primair diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Secara subsidair, perbuatan keempat terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca: Green Walk and Fun Bike, Gebyar FK IJK-OJK Diikuti Ribuan Massa

Baca: VIDEO: Satu Pelaku Diduga Penculikan Anak di Desa Sungai Abang Sarolangun Berhasil Ditangkap

Baca: Masyarakat Tidak Ingin Pindah Administrasi dari Kota Jambi ke Kab. Muarojambi

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved