Penyelundupan Benih Lobster

100 Ribuan Benih Lobster Hasil Penggerebekan Dua Kasus Dilepasliarkan ke Perairan Pulau Berhala

Lebih kurang 100 ribu ekor benih lobster, dilepasliarkan oleh Tim Satgas BL Bareskrim Polri

tim gabungan polda jambi
Lebih kurang 100 ribu ekor benih lobster, dilepasliarkan oleh Tim Satgas BL Bareskrim Polri, berserta dengan pihak Polda Jambi, Polresta Jambi, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, di perairan Pulau Berhala, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu dan Minggu (11/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lebih kurang 100 ribu ekor benih lobster, dilepasliarkan oleh Tim Satgas BL Bareskrim Polri, berserta dengan pihak Polda Jambi, Polresta Jambi, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, di perairan Pulau Berhala, Provinsi Kepulauan Riau.

Benih-benih lobster yang terdiri dari jenis mutiara dan pasir itu merupakan barang bukti dari penindakan yang dilakukan oleh tim gabungan tersebut selama dua hari.

Lebih kurang 100 ribu ekor benih lobster, dilepasliarkan oleh Tim Satgas BL Bareskrim Polri, berserta dengan pihak Polda Jambi, Polresta Jambi, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, di perairan Pulau Berhala, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu dan Minggu (11/11/2018).
Lebih kurang 100 ribu ekor benih lobster, dilepasliarkan oleh Tim Satgas BL Bareskrim Polri, berserta dengan pihak Polda Jambi, Polresta Jambi, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, di perairan Pulau Berhala, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu dan Minggu (11/11/2018). (tim gabungan polda jambi)

Dalam penggerebekan pertama, yakni Jumat (9/11). Petugas mengamankan 56.306 ekor benih lobster seharga Rp 8 miliar lebih dari sebuah rumah di kawasan Jalan Bintan, RT 29, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung. Bahkan, 9 orang ikut ditangkap.

Lalu, Sabtu (10/11), tim gabungan melakukan penggerebekan kembali di kompleks Perumahan Cina Blok D-21 Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah. Di sana, 10 orang terduga pelaku ikut diamankan beserta sebanyak 45.000 ekor benih lobster seharga Rp 6 miliar.

Lebih kurang 100 ribu ekor benih lobster, dilepasliarkan oleh Tim Satgas BL Bareskrim Polri, berserta dengan pihak Polda Jambi, Polresta Jambi, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, di perairan Pulau Berhala, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu dan Minggu (11/11/2018).
Lebih kurang 100 ribu ekor benih lobster, dilepasliarkan oleh Tim Satgas BL Bareskrim Polri, berserta dengan pihak Polda Jambi, Polresta Jambi, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, di perairan Pulau Berhala, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu dan Minggu (11/11/2018). (tim gabungan polda jambi)

Kepala BKIPM Jambi, Ade Samsudin, mengatakan, pelepasliaran barang bukti dari dua kasus tersebut dilakukan pada hari yang berbeda.

"Hari Sabtu, kita melepasliarkan sebanyak 56.076 ekor yang merupakan tangkapan dalam kasus pertama. Hari Minggu, kita kembali melepasliarkan 44.700 ekor dari kasus yang kedua," sebut Ade kepada wartawan, Senin (12/11).

Lebih kurang 100 ribu ekor benih lobster, dilepasliarkan oleh Tim Satgas BL Bareskrim Polri, berserta dengan pihak Polda Jambi, Polresta Jambi, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, di perairan Pulau Berhala, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu dan Minggu (11/11/2018).
Lebih kurang 100 ribu ekor benih lobster, dilepasliarkan oleh Tim Satgas BL Bareskrim Polri, berserta dengan pihak Polda Jambi, Polresta Jambi, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, di perairan Pulau Berhala, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu dan Minggu (11/11/2018). (tim gabungan polda jambi)

Menurutnya, tidak semua barang bukti dilepaskan ke perairan Pulau Berhala. "Karena beberapa ekor bakal dijadikan barang bukti saat persidangan para tersangka," ujar Ade.

Ia melanjutkan, dalam pelepasliaran tersebut, pihaknya didampingi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Ditpolairud Polda Jambi dan Polresta Jambi. "Pelepasliaran ikut disaksikan pihak lain juga," ujarnya lagi.

Lebih kurang 100 ribu ekor benih lobster, dilepasliarkan oleh Tim Satgas BL Bareskrim Polri, berserta dengan pihak Polda Jambi, Polresta Jambi, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, di perairan Pulau Berhala, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu dan Minggu (11/11/2018).
Lebih kurang 100 ribu ekor benih lobster, dilepasliarkan oleh Tim Satgas BL Bareskrim Polri, berserta dengan pihak Polda Jambi, Polresta Jambi, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, di perairan Pulau Berhala, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu dan Minggu (11/11/2018). (tim gabungan polda jambi)

Sementara, untuk para tersangka yang diamankan dalam dua kasus tersebut ditangani oleh pihak Bareskrim Polri untuk proses penyidikannya. "Iya, mereka dibawa ke Mabes Polri," jelasnya.

Untuk diketahui, ada 19 orang yang diamankan dalam dua kasus ini. Saat penggerebekan di kawasan Lebak Bandung ada sepuluh orang yang diamankan, yakni IS selaku pemilik rumah, kemudian Ya, He, Iy, He, Ya, An, Ta, Bo, dan Ka. Setelah dilakukan pemeriksaan, dari sepuluh orang tersebut hanya sembilan yang ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan, sembilan orang ini sudah dinaikkan statusnya sebagai tersangka oleh penyidik dari Bareskrim Polri setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif.

Sementara itu, dari penggerebekan di Paal Merah, juga ada sepuluh orang yang diamankan, yakni A kepala gudang, S, A, T, J, B, A, S, A, dan O. Parlindungan mengatakan, terhadap sepuluh orang tersebut saat ini masih dilakukan pemeriksaan. (*)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved