Advertorial

Mashuri: Warisan Terbaik adalah Politik Harapan, Bukan Politik Ketakutan

Warisan pahlawan dahulu adalah politik harapan, bukan politik ketakutan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bungo, Mashuri

Mashuri: Warisan Terbaik adalah Politik Harapan, Bukan Politik Ketakutan
TRIBUN JAMBI/JAKA HENDRA BAITRRI
Bupati Bungo, Mashuri. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO – Warisan pahlawan dahulu adalah politik harapan,  bukan politik ketakutan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bungo, Mashuri pada 10 November kemarin.

Hal tersebut disampaikan Mashuri dalam pidatonya saat membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial RI. Dia mengatakan, peringatan Hari Pahlawan hendaknya dijadikan cerminan tentang pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa. Dijelaskannya, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan, peringatan 10 November didasari dengan peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, sebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang memakan korban jiwa yang sangat besar.

Peristiwa ini memberikan pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah “Politik Ketakutan”, melainkan “Politik Harapan”.” Seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan,”jelasnya.

Bupati menambahkan, peringatan hari Pahlawan, harus mampu menggali apinya, bukan abunya. Dengan meminjam ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. 

“Semangat kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat-mutlak dengan tidak mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan. Semangat kepahlwanan adalah semangat membentuk dan membangun nagara,”tukasnya.

Melalui momentum peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018 ini, Mashuri mengajak ambil makna yang terkandung didalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada bangsa Indonesia.“Seperti taqwa kepada Tuhan YME, pantang menyerah, jujur dan adil, percaya kepada kemampuan diri sendiri serta kerja keras untuk membangun Indonesia yang sejahtera sebagaimana cita-cita para pahlawan bangsa,” katanya.

Dia berharap peringatan ini dapat membangkitkan semanngat kebangsaan, menumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kepada seluruh lapisan masyarakat, mari kita untuk terus berjuang, bekerja , berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini, selamat hari pahlawan tahun 2018,”tandas Bupati.

Bupati Bungo H Mashuri bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Pahlawan ke-73 tahun 2018 tingkat Kabupaten Bungo, bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Bungo, Sabtu (10/11).

Hadir pada upacara itu, Wakil Bupati Bungo H Syafrudin Dwi Aprianto, Kapolres Bungo, Perwakilan Kodim 0416/Bute, Perwakilan Kejaksaan, Sekda Bungo, Ketua TP. PKK Bungo, Wakil Ketua Bhayangkara, dan jajaran pejabat dilingkungan Pemkab Bungo dan ratusan peserta upacara dari berbagai unsur, baik dari TNI, Polri, pelajar serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bungo mengikuti upacara peringatan mengenang jasa pahlawan itu dengan hikmad.

Sementara itu, usai upacara bendera peringatan Hari Pahlawan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam Pahlawan Nasional asal Kabupaten Bungo Satria Nusantara.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved