Terdakwa Kasus Pembangunan Embung Sungai Abang Hadapi Tuntutan Minggu Ini

Empat terdakwa kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo

Terdakwa Kasus Pembangunan Embung Sungai Abang Hadapi Tuntutan Minggu Ini
tribunjambi/mareza sutan a j
Terdakwa kasus embung, dari kanan: Sarjono, Kembar Nainggolan, Jonaita Nasir, Faisal Utama 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Empat terdakwa kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo, akan mendengarkan tuntutan jaksa dalam minggu ini. Jadwal sidang tersebut disepakati dalam persidangan sebelumnya yang digelar Rabu (31/10/18).

"Untuk agenda tuntutan akan dibacakan oleh jaksa enuntut umum pada hari Rabu, tanggal 7 November 2018," kata ketua majelis hakim, Dedy Muchti Nugroho sebelum menutup sidang.

Sebelumnya, para terdakwa telah mendengarkan keterangan saksi yang meringankan dari para petani yang memanfaatkan embung yang dibangun itu.

Untuk diketahui, kasus ini ditangani Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (JPU Kejati) Jambi, Insyayadi. Kasus ini melibatkan Sarjono sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo selaku Pengguna Anggaran (PA), Kembar Nainggolan selaku Kabid Pertanian Tebo sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Faisal Utama selaku Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa, dan Jonaita Nasir selaku pemilik proyek.

Keempatnya diduga telah melakukan penyalahgunaan dana proyek Pengadaan Konstruksi Embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015. Dari proyek 100 persen, pekerjaannya baru diselesaikan sekitar 80,799%, yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 51 ayat (1) huruf c dan Pasal 89 ayat (4).

Proyek dengan anggaran sekitar Rp 1,62 miliar itu mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 1,233 miliar.

Perbuatan keempat terdakwa secara primair diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Secara subsidair, perbuatan keempat terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
(cre)

Penulis: Mareza
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved