Kecelakaan Pesawat Lion Air Membuat Menhub Akan Naikkan Ketentuan Tiket Murah

Jatuhnya esawat Lion Air PK-LQP, membuat Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi penerbangan bertarif murah alias Low Cost Carrier (LCC).

Kecelakaan Pesawat Lion Air Membuat Menhub Akan Naikkan Ketentuan Tiket Murah
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Menteri Perhubunga Budi Karya Sumadi meninjau serpihan Pesawat Lion Air JT 610 hasil temuan Basarnas dan tim penyelamat di Posko Utama Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM - Jatuhnya esawat Lion Air PK-LQP, membuat Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi penerbangan bertarif murah alias Low Cost Carrier (LCC).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, evaluasi akan dimulai dengan menaikkan tarif batas bawah (TBB) pesawat untuk meningkatkan keselamatan.

Baca: Setara Navy Seal Inilah Kehebatan Kopaska yang Temukan Puing Diduga Mesin Lion Air di Dasar Laut

Dalam penentuan besaran tarifnya, Kementerian Perhubungan akan menentukan dengan hati-hati, mengingat dengan peningkatan tarif batas bawah, maka harga tiket pesawat akan ikut naik.

"Mungkin saya akan evaluasi, terutama berkaitan tarif batas bawah. Untuk diketahui, kalau dievaluasi dampaknya ke semua konsumen. Makanya kita hati-hati sekali," papar Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian Perhubungan, Kamis (1/11/2018).

Namun, kenaikan tarif ini juga perlu dilakukan, mengingat saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sedang melemah, dan kenaikan tarif avtur akibat naiknya harga minyak dunia yang memengaruhi biaya produksi maskapai.

"Saya pikir menjadi hal lumrah dan di mana-mana. Tarif ini memang dengan adanya dolar yang naik, avtur naik, itu memang sangat sensitif," tutur Budi Karya Sumadi.

Baca: Jaksa Turki Ungkap Pembunuhan dan Mutilasi Tubuh Jamal Khashoggi Sudah Direncanakan

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengusulkan kenaikan tarif sebesar 35 persen dari tarif batas atas.

Besaran tersebut naik 5 persen dari batas tarif yang berlaku saat ini sebesar 30 persen.

"Naikin bawahnya saja, jadi 35 persen, tambah 5 persen," ungkap Budi Karya Sumadi saat ditemui seusai acara Kebangkitan BUMN Sektor Perhubungan, di Graha CIMB, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2018).

Besaran tarif yang dinaikkan ini memang di bawah yang diusulkan oleh Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau National Carries Association (INACA), yang inginnya naik menjadi 40 persen.

Namun, Budi Karya Sumadi beralasan, kenaikan 35 persen disesuaikan dengan perhitungan khusus yang dilakukan pemerintah.

"Ya kan kita pakai hitungan," ucap Budi Karya Sumadi. (Tribunnews/Apfia Tioconny Billy)

Editor: suci
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved