Kisah Bandit Legendaris, dari Kusni Kasdut, Mat Peci Hingga Slamet Gundul 55 Kali Merampok Bank

TRIBUNJAMBI.COM- Selain Kusni Kasdut, bandit legendaris lainnya adalah Mat Peci. Serupa dengan Kusni, pria

TRIBUNJAMBI.COM- Selain Kusni Kasdut, bandit legendaris lainnya adalah Mat Peci. Serupa dengan Kusni, pria asal Garut ini merambah dunia kriminal juga akibat kemiskinan. Bedanya, konon Mat Peci kerap beraksi dengan modal ilmu kekebalan.

Di era 1970-an, Mat Peci pernah disebut sebagai penjahat nomor satu. Masuk-keluar penjara tak membuatnya jera. Stasiun kereta api Leles di Kecamatan Kadungora, Garut, menjadi lokasi pelarian terakhir Mat Peci. Di lokasi itu, pada tahun 1978, ia diberondong peluru polisi hingga tewas.

Ketenaran Mat Peci berlanjut ke layar lebar. PT Diah Pitaloka Film milik Tuty Suprapto menyadur kisah hidup Mat Peci. Disutradarai Willy Wilianto dan diperankan Rachmat Hidayat, judul film itu diambil dari nama Mat Peci.

Bandit legendaris terakhir adalah Slamet Gundul. Perampokan nasabah bank menjadi keahliannya. Tahun 1989, Mabes Polri memerintahkan Polda di seluruh Jawa, Nusa Tenggara dan Sumatera Selatan untuk menangkap Slamet, hidup atau mati.

Kelihaiannya kabur dari pengepungan polisi menjadi dasar perintah tersebut. Tahun 1987, Slamet 'selamat' dari penangkapan polisi di rumahnya, di kawasan Pondok Kopi, Jakarta. Ia kabur melewati tembok setinggi dua meter di belakang rumahnya.

Kisah Slamet berakhir di Surabaya. Dengan catatan 55 kali melakukan perampokan, Slamet divonis kurungan badan. Setelah kejadian itu, pria asal Malang ini mengaku kapok dan tak akan kabur lagi. (cnn indonesia)

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved