Berkas Kurir Sabu 5 Kg Asal Aceh, Tunggu Petunjuk Jaksa

Dikatakan Eka, jika berkas dinyatakan lengkap, maka penyidik akan segera melakukan pelimpahan tahap dua.

Berkas Kurir Sabu 5 Kg Asal Aceh, Tunggu Petunjuk Jaksa
TRIBUN JAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI
21082018_sabu 5 kg diamankan dari tersangka oleh Ditresnarkoba Polda Jambi, beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penyidik Subdit III Ditresnarkoba Polda Jambi, masih menunggu jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jambi, atas pelimpahan tahap I berkas kasus 5 Kg sabu yang dibawa tersangka Syahrial (45) warga Lhoksumawe, Provinsi Aceh.

"Berkasnya masih diteliti oleh jaksa. Sekarang masih menunggu," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol Eka Wahyudianta, saat dikonfirmasi, Rabu (31/10).

Dikatakan Eka, jika berkas dinyatakan lengkap, maka penyidik akan segera melakukan pelimpahan tahap dua.

Baca: Laura Lazarus Bekas Pramugari yang Dua Kali Alami Kecelakaan Dengan Lion Air, Ungkap Kekecewaan

"Kalau sebaliknya, maka akan kita lengkapi sesuai petunjuk dari jaksa," ujarnya.

Saat ini kata Eka, tersangka Syahril masih ditahan di Mapolda Jambi. Pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka. Sebab, kasus terbaru yang ditangani oleh anggotanya masih ada kaitan dengan Syahril.

"Ini masih kita lakukan pengembangan terkait kasus ini," jelasnya.

Baca: Lion Air Jt610 - Direktur Teknik Dipecat, Ini yang Akan Menggantikan

Diketahui, Syahril dibekuk Tim Subdit III Ditrektorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi di depan Polres Muarojambi saat mengendarai mobil mewah bernomor polisi B 1866 CBA, Sabtu (20/8).

Saat itu, petugas telah membuntuti mobil yang dikendarai pelaku dari perbatasan Jambi-Riau.

Saat dilakukan penggeledahan, di lokasi tidak ditemukan barang bukti sabu. Namun setelah dilakukan pembongkaran di bengkel yang ada di kawasan Simpang Rimbo, baru lah duetmukan barang bukti sabu seberat 5 kg yang disimpan di bawah jok mobil yang telah dimodifikasi.

Baca: Hari Kedua Operasi Zebra, Sat Lantas Polres Tanjabtim Keluarkan 70 Surat Tilang

Baca: Direktur Teknik Lion Air Dinonaktifkan Menhub Pasca Lion JT 610 Jatuh, Ini Sosok Penggantinya

Dari pengakuan pelaku, dirinya diupah sebesar Rp 10 juta. Namun, diakuinya baru dibayar Rp 5 juta, sisanya jika mobil tersebut selamat sampai di Palembang.

Dirinya mengaku, mobil tersebut milik Mery yang dikenalnya setahun lalu. Saat itu Mery memintanya untuk mengantar mobil tersebut ke Palembang dari Medan. Sehingga pelaku mengajak anak dan istrinya sembari liburan.

Akibat perbuatannya, Syahril diganjar pasal 112 dan 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara dan dendan maksimal Rp 8 miliar. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved