Kisah 1964, Pria Bercelana Tenis Lerai 2 Pasukan Elite TNI yang Adu Jotos, Masyarakat Heran

Benny yang berteriak meminta RPKAD pulang ke markas juga mendorong para tentara tersebut untuk masuk ke dalam truk.

Kisah 1964, Pria Bercelana Tenis Lerai 2 Pasukan Elite TNI yang Adu Jotos, Masyarakat Heran
Benny Moerdani (kolase grid.id) 

Tak pelak, bala bantuan tiba. Pasukan RPKAD yang menumpang truk melakukan konvoi menuju lokasi perkelahian.

Bukan hanya saling pukul, kedua pasukan bahkan mempersiapkan senjata masing-masing, mulai dari sangkur, senapan serbu bahkan bazooka siap diarahkan kepada sesama pasukan TNI ini.

Dalam bukunya, Julius Pour menggambarkan suasana kawasan Kwini hingga Senen, Jakarta Pusat, berubah mencekam.

Masyarakat waswas bentrok antar pasukan TNI tersebut pecah dan terjadi kontak senjata.

Pulang main tenis

Dikisahkan saat itu, Komandan Batalyon I RPKAD, Mayor Benny Moerdani, baru pulang main tenis dari Senayan.

Benny yang saat itu masih mengenakan seragam olahraga, menduga ada yang tak beres saat melihat iring-iringan truk RPKAD penuh sesak oleh tentara.

Ratusan Marinir kembali dikirimkan ke lokasi bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018)
Ratusan Marinir kembali dikirimkan ke lokasi bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018) (IST/Dinas Penerangan Korps Marinir)

Tak berseragam, konvoi RPKAD dari Batalyon II tersebut meninggalkan markas dengan tergesa-gesa.

Benny berusaha mengejar konvoi truk itu.

Di sepanjang jalan, masyarakat terlihat panik.

Halaman
1234
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved