Majelis Hakim Tolak Eksepsi Hendri Sastra, Lanjutkan Sidang ke Agenda Pembuktian

"Oleh karena eksepsi tidak diterima, maka majelis hakim akan melanjutkan proses pemeriksaan terdakwa di persidangan," ketua majelis hakim.

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Hendri Sastra, Lanjutkan Sidang ke Agenda Pembuktian
Tribun Jambi/Mareza Sutan AJ
Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi memutuskan melanjutkan proses pemeriksaan kasus dugaan korupsi pembangunan saluran air bersih (pipanisasi) di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dengan terdakwa Hendri Sastra. Putusan sela itu disampaikan ketua majelis hakim yang menangani kasus itu, Erika Sari Emsah Ginting, Senin (29/10/18). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi memutuskan melanjutkan proses pemeriksaan kasus dugaan korupsi pembangunan saluran air bersih (pipanisasi) di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dengan terdakwa Hendri Sastra. Putusan sela itu disampaikan ketua majelis hakim yang menangani kasus itu, Erika Sari Emsah Ginting, Senin (29/10/18).

Dalam eksepsi yang disampaikan sebelumnya, tim penasihat hukum (PH) terdakwa, A Ihsan Hasibuan, menyampaikan dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi tidak jelas, tidak cermat, dan tidak lengkap. Namun, majelis hakim memutuskan, surat dakwaan tersebut sudah memenuhi unsur dan persyaratan yang sudah disyaratkan.

"Oleh karena eksepsi tidak diterima, maka majelis hakim akan melanjutkan proses pemeriksaan terdakwa di persidangan," ketua majelis hakim menyampaikan.

Untuk itu, majelis hakim menyimpulkan, keberatan PH tidak diterima seluruhnya.

"Menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum dengan nomor register 36/Pid.Sus-TPK/2018/PN Jmb, telah sah. Menetapkan pemeriksaan perkara ini dilanjutkan," lanjut Erika.

Selanjutnya, majelis hakim juga membebankan biaya dalam perkara tersebut kepada terdakwa.

Atas putusan sela tersebut, majelis hakim menegaskan akan memulai agenda pembuktian di persidangan selanjutnya.

"Sidang akan dilanjutkan minggu depan, Senin (5/11/18) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi," Erika menutup sidang.

Putusan sela tersebut dibacakan majelis hakim setelah mendengarkan eksepsi yang dibacakan PH dan tanggapan jaksa atas eksepsi tersebut.

Perlu diketahui, Kadis PU Tanjab Barat, Hendri Sastra didakwa karena diduga terlibat dalam proyek pipanisasi dengan anggaran sekitar Rp 151 miliar. Kasus yang ditangani JPU I Putu Eka Suyantha ini diperkirakan menelan kerugian sekitar Rp 18,4 miliar. Pembangunan proyek tersebut diketahui merupakan proyek multiyears yang dianggarkan dari APBN, APBD provinsi, dan APBD kabupaten.

Dia didakwa dengan dakwaan primair Pasal 2 ayat (1) dan dakwaan subsidair Jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 /1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca: Rumah Pramugari Lion Air yang Jatuh ini Mulai Didatangi Warga, ini Postingan Terakhinya di Instagram

Baca: 5 Fakta Pernikahan Maia Estianty dan Irwan Mussry, Menikah di Masjid Tokyo Jepang

Baca: Benarkah Lion Air JT610 Meledak di Udara Sebelum Jatuh, Direktur Lion Air Beri Penjelasan

Baca: Link Live Streaming Madura United Vs PSM Makassar - Live Indosiar, Kick Off 18.30

Penulis: Mareza
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved