Cetak Sertifikat Program PTSL, Ini Kendala BPN Batanghari

Masih rendahnya realisasi pencetakan sertifikat program PTSL oleh BPN tersebut terkendala beberpa hal.

Cetak Sertifikat Program PTSL, Ini Kendala BPN Batanghari
tribunjambi/abdullah usman
Kepala BPN Batanghari, Joko Susanto 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Hingga saat ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Batanghari, baru realisasikan pencetakan sertifikat pendaftaran Tanah Sistemasi Lengkap (PTSL) sebanyak 38 persen, capaian tersebut masih terbilang rendah.

Masih rendahnya realisasi pencetakan sertifikat program PTSL oleh BPN tersebut terkendala beberpa hal. Diantaranya minimnya sumber daya manusia dan peralatan pencetakan sertifikat menjadi kendala utama dalam pencetakan sertifikat.

"Dari 13.000 bidang tanah yang akan disertifikasi melalui program PTSL tersebut, realisasi pencetakan sertifikat baru 38 persen," kata Kepala Badan Pertanahan Nasional Batanghari, Joko Susanto.

Baca: BPN Kerinci Kebut Penyerahan 7.267 Sertifikat Prona Hingga Akhir Desember

Menurut Joko Susanto, printer dan komputer untuk melakukan pencetakan sertifikat, yang dimiliki BPN saat ini, terbatas. Sehingga petugas BPN harus melakukan kerja ekstra untuk melakukan pencetakan sertifikat tersebut.

"Selain itu kita juga terlalu memaksakan printer untuk mencetak. Sedangkan printer kita juga memiliki batas maksimal dalam mencetak," jelasnya.

Baca: 18 Bidang Tanah Milik Pemda Batanghari, Telah Disertifikatkan. Total Tahun 2108, Ada 70 Sertifikat

Meski demikian kata Joko, masih terdapat beberapa bidang tanah milik masyarakat yang belum dilakukan pengukuran. Dan, saat ini tanah-tanah masyarakat yang mendapatkan bantuan program PTSL tersebut dalam proses pengukuran.

"Tanah-tanah yang belum dilakukan pengukuran tersebut karena pada saat dilakukan pengukuran pemilik tanah tidak berada dilokasi. Sehingga harus dilakukan pengukuran ulang," bilang Joko.

Baca: Buat Surat Terbuka, Kader Gerindra Ngaku Cucu Bung Hatta, Gustika: Nulis Mohammad Hatta Aja Salah

Ditahun 2018 ini, BPN mendapatkan 17.000 bidang pemetaan tanah yang telah bersertifikat dan sertifikasi tanah melalui program PTSL. Dengan rincian 14.000 bidang sertifikasi tanah melalui program PTSL dan 3.000 bidang tanah pada program pemetaan tanah yang telah bersertifikat.

"Jadi 3.000 bidang tanah masa lalu yang belum dipetakan tersebut akan kita petakan, tersebar diseluruh kecamatan terutama bulian yang paling banyak," Pungkasnya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved