Sekira 400 Warga Suku Anak Dalam Tak Bisa Masuk DPT, Ternyata Ini Penyebabnya

KKI Warsi, lembaga swadaya masyarakat yang mendampingi SAD, berupaya agar warga SAD mendapat rekam data kependudukan.

Sekira 400 Warga Suku Anak Dalam Tak Bisa Masuk DPT, Ternyata Ini Penyebabnya
Tribun Jambi
Ilustrasi: Suku Anak Dalam. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Batanghari mencatat sebanyak sekira 400 orang warga Suku Anak Dalam ( SAD) tidak bisa masuk daftar pemilih tetap (DPT).

KKI Warsi, lembaga swadaya masyarakat yang mendampingi SAD, berupaya agar warga SAD mendapat rekam data kependudukan.

Ketua KPU Batanghari, A Kadir, mengatakan bahwa sebagian dari warga SAD di Batanghari tidak akan bisa ikut pada proses pemilu 2019 mendatang.

Alasannya, mereka tidak bisa masuk dalam Daftar pemilih tetap tanpa adanya dokumen kependudukan.

"Harus kita akui bahwa sebagian dari warga SAD tidak akan bisa masuk dalam DPT. Alasannya karena mereka tidak memiliki KTP untuk bisa masuk DPT," kata A Kadir.

Dia sudah mengoordinasikan dengan Dinas Dukcapil Batanghari. Namun hal yang sama terkait administrasi kependudukan. Maka dari itu, pihak KPU mengaku tidak bisa mengakomodir warga SAD di Batanghari yang belum masuk DPT.

"Totalnya lebih 400 orang lebih yang tidak bisa masuk dalam DPT," tegas Kadir.

Meski demikian, bagi warga SAD yang sudah berasimilasi dengan penduduk setempat dan sudah memiliki KTP mereka tetap dimasukan dalam DPT. Khususnya mereka yang berada di daerah Desa Bungku.

Sementara itu antropolog KKI Warsi, Robert Aritonang, menyayangkan hal tersebut. Dia mengatakan administrasi kependudukan memang diperlukan.

Halaman
12
Penulis: dunan
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved