Double W, Komunitas Pecinta Hewan yang Peduli Sesama

Kije, anggota Double W mengatakan, sebelum memberikan donasi terlebih dulu diadakan survey agar donasi yang diberikan tepat sasaran.

Double W, Komunitas Pecinta Hewan yang Peduli Sesama
tribunjambi/nurlailis
Komunitas pecinta hewan Double W, saat menghibur warga dengan bakat mereka 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pernahkah anda melihat atraksi sekelompok orang bersama ular? Mungkin sebagaian dari kalian melihat ini di car free night, Tugu Keris Siginjai, Kota Baru Jambi. Mereka adalah Double W, komunitas yang berisikan para pecinta hewan.

Diusia yang hampir menginjak dua tahun, Double W aktif dengan berbagai kegiatan sosial. Seperti menggalang dana untuk orang yang kurang mampu, bencana alam, membantu biaya orang yang sakit dan sebagainya.

Kije, anggota Double W mengatakan, sebelum memberikan donasi terlebih dulu diadakan survey agar donasi yang diberikan tepat sasaran.

Komunitas Double W saat menghibur warga dengan bakat mereka
Komunitas Double W saat menghibur warga dengan bakat mereka ()

“Di Tugu Keris itu kita rutin perform di sana setiap malam minggu. Di sana juga ada penggalangan dana. Sistemnya kami kumpulkan dahulu untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Kegiatan kami terus menerus bukan hanya berdasarkan even kalau ada bencana saja, karena ada banyak orang yang butuh pertolongan disekitar kita setiap harinya,” paparnya.

Selain di car free night, Double W juga eksis di berbagai kegiatan di Jambi. Seperti pada festival Batanghari, festival Angso Duo, dan juga kegiatan lainnya. Setiap even mereka selalu menampilkan atraksi bersama ular yang mengundang decak kagum penonton.

Komunitas Double W, berfoto bersama Walikota Jambi, Sy Fasha
Komunitas Double W, berfoto bersama Walikota Jambi, Sy Fasha (tribunjambi/nurlailis)

“Atraksi ular itu istilahnya kami menjual kemampuan yang kami punya untuk menghibur. Sehingga orang memberikan uang itu seikhlasnya. Jadi, kami bukan hanya meminta sumbangan saja, tapi ada yang kami tampilkan,” ungkapnya.

Awalnya mereka adalah orang-orang dari komunitas pecinta ular, biawak, sugar glider dan hewan lainnya yang sering berkumpul. Mereka akhirnya sepakat untuk membentuk perkumpulan baru yang diberi nama Double W.

Tujuannya juga bukan hanya untuk sekedar perkumpulan tapi juga ada kegiatan yang bermanfaat seperti kegiatan sosial. Double W sendiri adalah nama anak dari anggota yaitu weni dan wildan. Double W juga berada di bawah naungan Kapolresta dan Disparbud. (nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved