Breaking News:

Sidang Dugaan Korupsi Embung Sungai Abang, Saksi Menangis Sampaikan Keterangan

"Sejak ado embung tu, kami dak lagi kekeringan. Walau ado roboh, tapi masih biso dimanfaatkan," katanya.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI/MAREZA
Sidang perkara dugaan korupsi Embung Sungai Abang, di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (24/10) menghadirkan dua saksi meringankan. 

Rencana pembangunan jalan tersebut, seingatnya, telah dimusyawarahkan sebelum pembangunan embung. Meski begitu, setahu dia, embung itu masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat desa.

Dia pun sampai menangis di persidangan, ketika memberikan keterangan terkait terdakwa Sarjono.

"Yang jelas, terima kasih ke Pak Sarjono. Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Kalau dengar kata orang-orang tua, kami terakhir panen 30 tahun yang lalu. Sudah ada Kadis yag bantu kami, tapi kok nasibnya malah jadi begini, Ya Allah," katanya, terisak.

Baca: Sedang Tanding, Live Streaming Timnas U-19 Indonesia Vs UEA, Live di RCTI Laga Hidup dan Mati

Selanjutnya, Eko selaku ketua kelompok tani menerangkan, ada sekitar 50 petani yang memanfaatkan bangunan embung itu. Petani yang mulai bersawah sejak 2014 ini mengaku, dia melihat embung tersebut roboh karena ada banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Batanghari pada Januari 2016 lalu. Meski roboh, embung itu masih bisa dimanfaatkan.

"Sejak ado embung tu, kami dak lagi kekeringan. Walau ado roboh, tapi masih biso dimanfaatkan," katanya.

Dia menyampaikan, selama pembangunan embung itu, Sarjono mendatangi lokasi sekitar tiga kali sebulan.

"Pak Sarjono seringlah ke lapangan, sebulan adolah tigo kali. Padahal, jarak ibu kota kabupaten ke tempat kami sekitar 80-an KM," katanya.

Baca: Hujan Jadi Kendala Penyelesaian Proyek di Dinas PUPR Tanjabtim. Ini Yang akan Dilakukan

Selanjutnya, sidang akan kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Rabu (31/10/18) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan Sarjono.

Sebagai informasi, kasus ini melibatkan Sarjono sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo selaku Pengguna Anggaran (PA), Kembar Nainggolan selaku Kabid Pertanian Tebo sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Faisal Utama selaku Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa, dan Jonaita Nasir selaku pemilik proyek.

Baca: VIDEO: Model Cantik di IKM dan Fashion Show Festival Peragakan Busana Dari Desainer Lokal

Keempatnya diduga telah melakukan penyalahgunaan dana proyek Pengadaan Konstruksi Embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015.

Dari proyek 100 persen, pekerjaannya baru diselesaikan sekitar 80,799%, yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 51 ayat (1) huruf c dan Pasal 89 ayat (4).(*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved