Sidang Dugaan Korupsi Embung Sungai Abang, Saksi Menangis Sampaikan Keterangan

"Sejak ado embung tu, kami dak lagi kekeringan. Walau ado roboh, tapi masih biso dimanfaatkan," katanya.

Sidang Dugaan Korupsi Embung Sungai Abang, Saksi Menangis Sampaikan Keterangan
TRIBUNJAMBI/MAREZA
Sidang perkara dugaan korupsi Embung Sungai Abang, di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (24/10) menghadirkan dua saksi meringankan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua petani yang memanfaatkan embung yang dibangun di Desa Sungai Abang turut dihadirkan sebagai saksi yang meringankan empat terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kebupaten Tebo, Rabu (24/10) di Pengadilan Tipikor Jambi.

Keduanya adalah Soleh dan Eko. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dedy Muchti Nugroho, saksi Soleh mengaku pernah mendengar rencana pembangunan embung di desa tersebut.

"Pertamo kali Pak Kadis (Sarjono) ke Sungai Abang musim kemarau. Pak Kadis bilang ke kami, di sini ado mau dibangun embung. Dia datang samo Pak Kembar, ngasih tau kalau mau bangun embung," sebut saksi.

Baca: Inilah 5 Sesi Tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2018, Catat Peserta Wajib Hadir 1 Jam Sebelumnya

Dalam prosesnya, pembangunan itu sempat terhambat karena banjir, sehingga sebagian bangunannya roboh. Embung tersebut sempat direnovasi, namun ada bagian embung yang tidak dapat difungsikan.

"Pas roboh itu, banyak orang datang nengok. Ado jugo datang orang dari ITB, untuk ngecek itu. Katonyo, ngecek bangunannyo," jelas saksi lagi.

Sepengetahuannya, pengecekan tersebut disebabkan adanya indikasi konstruksi yang janggal.

Baca: Ini Link Download Cetak Kartu Peserta Ujian CPNS 2018 Kemenkumham

Menurut pengamatannya, bagian yang roboh tersebut terletak di sebelah luar, dengan panjang kerusakan sekitar 15 meter. Namun, karena masyarakat desa telah merencanakan pembangunan jalan, bagian tersebut ditimbun, sehingga tidak lagi difungsikan.

Meski begitu, lanjutnya, para petani masih bisa memanfaatkan embung tersebut.

"Ado dusun di sano, Dusun Sekujur Sari Makmur namonyo. Untuk ke sana, jalan belum ado. Itulah masyarakat desa musyawarah untuk bangun jalan, untuk bawa hasil usaha tani," terangnya.

Baca: Blak-blakan di Persidangan, Terdakwa Kasus Embung Sungai Abang Curiga Hanya Terima Rp 150 Juta

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved