Curanmor

Usai Penasihat Hukum Bacakan Pledoi, Rusdi: Iya Benar Saya yang di CCTV, Saya Menyesal

Sempat naik pitam dan tak terima dengan keterangan saksi, M Rusdi akhirnya luluh pada sidang pledoi yang digelar di Pengadilan Negeri

Usai Penasihat Hukum Bacakan Pledoi, Rusdi: Iya Benar Saya yang di CCTV, Saya Menyesal
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sempat naik pitam dan tak terima dengan keterangan saksi, M Rusdi akhirnya luluh pada sidang pledoi yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Selasa (23/10/18).

Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Makaroda Hafat itu, Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Hendriyanto Siregar membacakan nota pembelaan terhadap kliennya. Menurutnya, apa yang didakwakan kepada kliennya tidak terbukti.

"Terdakwa tidak pernah membenarkan keterangan saksi di persidangan," katanya.

Baca: Kota Jambi Kembali Raih Opini WTP

Sehingga, pihaknya berharap agar kliennya terbebas dari jeratan hukum dan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi, Rama Triranty.

"Namun bila majelis hakim berpendapat lain, kami mohon agar majelis hakim menjatuhkan kepada terdakwa hukuman yang seringan-ringannya," lanjutnya.

Usai mendengarkan pledoi yang dibacakan Hendriyanto, Rusdi justru luluh. Dengan terbata, dia mengakui kesalahannya.

"Iya, benar itu saya (yang melakukan pencurian). Saya yang di CCTV. Saya menyesal," sesalnya.

Meski dia menyesal, majelis hakim tetap akan menjalankan proses hukum. Selanjutnya, sidang akan kembali digelar pada Selasa (30/10/18).

Sebelumnya, JPU Kejari Jambi, Rama Triranty menuntut agar majelis hakim PN Jambi memvonisnya dengan pidana penjara selama lima tahun.

Baca: Kecanduan Nyabu dan Mabuk-mabukan, Riski Nekat Satroni Rumah-rumah Warga di Jelutung

Baca: 608 Berkas Pendaftar CPNS Kabupaten Muarojambi TMS

Untuk diketahui, Rusdi menjalankan aksinya bersama Ridwan (berkas terpisah) pada Juni lalu. Bermodal kunci duplikat, keduanya nekat mengambil motor milik tetangga Rusdi, Joni Rizal. Tanpa sadar, gerak-gerik mereka terpantau oleh kamera CCTV. Atas perbuatannya, Joni Rizal selaku korban menderita kerugian sekitar Rp 17 juta. Karena itulah, Rusdi dituntut dengan pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP.

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved