Breaking News:

6 Halte Sungai di Tanjab Timur Tanpa Fasilitas Lampu, Anggota DPR RI Bakri Angkat Bicara

Enam halte sungai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, pada 2018 menyita perhatian publik.

Penulis: Zulkipli | Editor: Edmundus Duanto AS
Tribun Jambi/Zulkifli
Anggota DPR RI, Bakri. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Halte sungai yang dibangun pemerintah pusat di Kabupaten Tanjabtim tidak dilengkapi lampu penerangan. Itu membuat anggota DPR RI, Bakri, angkat bicara.

Anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Jambi itu menyebut seharusnya pemerintah desa atau pemerintah daerah yang menyiapkan lampu penerangan halte.

Enam halte sungai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, pada 2018 menyita perhatian publik.

Program kegiatan pemerintahan pusat yang bersumber dari dana APBN 2018 itu dibangun tanpa fasilitas penerangan lampu. Akibatnya, jika malam hari terlihat gelap.

Satu di antara halte sungai yang dikeluhkan masyarakat lantaran tidak adanya fasilitas penerangan, yaitu halte sungai di Dusun Barokah, Desa Bakti Idaman, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Bakri mengatakan proyek yang menghabiskan anggaran APBN hingga belasan miliar rupiah itu masih banyak kekurangan yang dikeluhkan masyarakat.

Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional itu menyebut harusnya pemerintah desa atau pemerintah daerah seyogyanya menyediakan fasilitas lampu penerangan.

"Halte itu program kegiatan pemerintah pusat yang sangat didambakan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur maupun Tanjung Jabung Barat. Berdasarkan hasil di lapangan memang masih banyak kekurangan yang diinginkan masyarakat, terutama jika malam hari di halte itu gelap. Mungkin hal-hal begini saya pikir aparat desa ataupun pemerintah daerah yang menyiapkan lampunya, dan itu paling satu dua titik aja," kata Bakri kepada Tribunjambi.com.

Bakri mengatakan persoalan lampu penerangan halte sungai tersebut memberikan masukan kepada dirinya, agar ke depan dalam membangun halte haruslah dilengkapi dengan lampu penerangan.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Timur beberapa waktu lalu menyampaikan pada tahun ini akan terlebih dahulu menganggarkan untuk pengadaan rambu-rambu pada halte-halte tersebut. Semantara, untuk penerangannya akan diusulkan pada tahun depan.

"Tahun ini dinas perhubungan menganggarkan untuk rambu peringatan dan rambu petunjuk. Dan kami juga berharap, Semoga ditahun depan ini juga bisa dimasukkan anggaran untuk lampu penerangan halte menggunakan solar sel," kata Rizaldi, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjabtim.

Keenam halte yang dibangun di Kabupaten Tanjung Jabung Timurm, berlokasi di Desa Karya Bakhti, Desa Bakti Idaman ada dua lokasi Desa Merbau, Desa Sungai Tawar dan Desa Pangkal Duri. Kelima lokasi tersebut di Kecamatan Mendahara. Sedangkan satu halte lagi dibangun di Kecamatan Rantau Rasau.

Setiap halte yang dibangun menghabiskan anggaran sekira Rp 2 miliar.

Baca: Ketika Ular Besar Keluar Sewaktu Sarwendah Gantikan Peran ART Untuk Bersihkan Kolam Renang

Baca: M Nasir: OPD Tak Perlu Takut Minta Anggaran untuk Kemasyarakatan

Baca: 20,38 Persen Pendaftar CPNS 2018 Tanjabbar Tidak Memenuhi Syarat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved