Puluhan Truk Batubara Ditilang Saat Melintas di Sarolangun

Sebanyak 35 kendaraan truk batubara yang melintasi jalan Kota Sarolangun dilakukan penilangan.

Puluhan Truk Batubara Ditilang Saat Melintas di Sarolangun
tribunjambi/wahyu herliyanto
Sebanyak 35 kendaraan truk batubara yang melintasi jalan Kota Sarolangun dilakukan penilangan. 

Laporan Wartawan Tribun jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sebanyak 35 kendaraan truk batubara yang melintasi jalan Kota Sarolangun dilakukan penilangan.

Penilangan ini tidak lain karena telah melanggar jam operasional sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jambi dan Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Sarolangun.

Penilangan itu dilaksanakan pada saat razia Over Dimensi dan Over Load (ODOL) yang dilaksanakan oleh Petugas Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Sarolangun serta stakeholder terkait.

Kadis Perhubungan, Endang Abdul Naser, mengatakan bahwa sampai saat ini truk batu bara yang ditilang tersebut kebanyakan melintas pada pagi hari hingga sampai 16.00 Wib. Padahal dalam aturan perda provinsi jambi, jam operasionalnya hanya dimulai pada pukul 16.00 Wib hingga pada malam hari.

"Tahap pertama kita sudah lakukan penilangan sebanyak 35 truk batu bara ditilang karena melanggar jam ketentuan perda," katanya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa meskipun telah dilakukan penilangan, masih ada satu dua truk batu bara yang membandel dan tidak mengikuti aturan jam operasional.

"Alhamdulillah sampai hari ini hampir dikatakan tidak ada yang lewat pagi sampai jam 4 sore. Hanya saja satu dua yang bandel. Kendaraan yang kita tilang mayoritas flat BA dan BM," katanya lagi.

Kemudian, katanya razia ODOL akan tetap dilaksanakan setelah peringatan HUT Kabupaten Sarolangun, akan dilanjutkan razia over dimensi dan over muatan. Hal ini guna meminimalisir angka pelanggaraan yang selama ini sudah cukup banyak

"Over dimensi dan muatan setelah HUT kabupaten, kita sesuaikan dengan buku kir, toleransinya palingan 10 persen. Kita tetap usahakan, Saran pak bupati ikuti aturan yang ada. Sampai akhir tahun tetap dilakukan evaluasi atau mengimbau, dan arahan pak mentri tahun depan baru penindakan," katanya.

"Alhamdulillah perusahaan sudah mulai mengerti sesuai perda provinsi dan perbup kabupaten lewat mulai jam 4 sore, kita tetap menghimbau patuhilah aturan yang dibuat pemerintah, karena keselamatan transportasi tanggung jawab kita bersama, ikuti aturan," katanya lagi. (*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved