Ada yang Datang dari Alam Gaib, Mantan Pengawal Soekarno ini Miliki 700 Benda Pusaka Sakti

Syarifuddin Noor yang merupakan ahli waris, menceritakan kalau di rumah tersebut terdapat 700 benda pusaka berbagai jenis.

Ada yang Datang dari Alam Gaib, Mantan Pengawal Soekarno ini Miliki 700 Benda Pusaka Sakti
Grid
Ahli waris 700 pusaka mantan pengawal presiden Soekarno di Banjarmasin, Kalsel 

TRIBUNJAMBI.COM - Rumah di Jl. Teluk Kelayan, Banjarmasin, pinggir Sungai Martapura, Kalimantan Selatan banyak kedatangan tamu.

Bangunan tua itu, milik almarhum H Basirudin, seorang pedagang (saudagar) yang juga pernah menjadi pengawal Presiden pertama RI Ir Soekarno, seorang tentara dan sekaligus pembuat benda pusaka.

Syarifuddin Noor yang merupakan ahli waris, menceritakan kalau di rumah tersebut terdapat 700 benda pusaka berbagai jenis.

"Abahkku atau ayahku Almarhum H Basirudin, menceritakan ratusan benda-benda pusaka ini ada beberapa jenis asal muasalnya," kata ahli waris ratusan benda pusaka, Syarifuddin Noor, yang dikutip Grid.ID dari Banjarmasin Post Minggu (18//2/18).

Dijelaskan Syarifuddin, benda pusaka itu sebagian datang sendiri ke gudang pusaka dari alam gaib.

Baca: Wisata Lubuk Tembesu, Cocok Untuk Outbond dan Camping, di Bawah Naungan Rindangnya Tembesi

Baca: Saat Soekarno Buat Koes Plus, Band Legendaris Indonesia Jadi Agen Rahasia Untuk Dikirim ke Malaysia

Ilustrasi benda pusaka (keris)
Ilustrasi benda pusaka (keris) (Ist)

Sebagian dibuat sendiri oleh Almarhum H Basiruddin sebagai dan dari sejumlah warga juga pejabat yang merasa tak kuat memelihara benda pusaka.

"Dipercaya atau tidak,banyak pejabat dan warga datang ke rumah tua ini minta dirawatkan benda pusaka karena merasa tak kuat memeliharaa. Pejabat itu merasa tidak cocok memelihara benda pusaka dan kadang ada kejadian-kejadian kurang enak dari karena memelihara benda pusaka tersebut," kata Syarifuddin.

Menurutnya, untuk memelihara benda pusaka tak semua orang mampu.

Baca: Link Live Streaming Inter Milan vs AC Milan, Senin Dini Hari Kick Off 01.30 WIB

Baca: Pertumbuhan Kredit 12,7 Persen September Dikhawatirkan HIPMI Hanya Bersifat Seasonal

Keris Senja Merjaya
Ilustrasi Keris (benda Pusaka) (IST)

Sang ayah Almarhum H Basirudin, pernah berpetuah tak usah dipaksakan memelihara benda pusaka jika tak kuat, nanti bisa sakit.

"Wejangan abah itu saya pegang. Ada sejumlah pejabat dan warga memberikan benda pusaka ke kami untuk minta dirawatkan karena tak sanggup memeliharanya. Ini secara nalar memang tak masuk akal," kata Syarifuddin.(*)

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

Editor: ekoprasetyo
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved