Kasus Pembangunan Embung

Sarjono Blak-blakan dalam Persidangan, Laporkan Saksi yang Sampaikan Laporan Palsu

Kadis Pertanian Tanaman Pangan Tebo, Sarjono menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi, Rabu (17/10/18)

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Fifi Suryani
tribunjambi/mareza sutan a j
Terdakwa kasus embung, dari kanan: Sarjono, Kembar Nainggolan, Jonaita Nasir, Faisal Utama 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kadis Pertanian Tanaman Pangan Tebo, Sarjono menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi, Rabu (17/10/18) dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Dalam keterangannya Sarjono mengaku, memercayakan proyek tersebut kepada konsultan perencanaan, W Asmoro. Dia menyampaikan, pada Desember 2015, pengerjaan telah dilakukan sekitar 80 persen dengan pencairan masih 30 persen.

"Selanjutnya ada addendum, akhir Desember. Dari sana ada pencairan tahap dua, sebesar 95 persen tambah 5 persen," lanjutnya.

Baca: Launching Robs Barrel di Odua Weston, Adakan Opening Party Bertema Mono Chrome

Dari total pencairan 100 persen itu, termasuk juga dana pemeliharaan.

Namun, pada awal tahun 2016, terjadi banjir bandang yang membuat bangunan itu roboh. Dia menyesalkan, tidak seharusnya semua tuduhan mengarah padanya. Sebab, dia mengklaim telah bekerja dengan maksimal.

"Kami tidak tahu harus bagaimana lagi bekerja, padahal kami bekerja untuk negara. Tapi ketika ada permasalahan seperti ini, kenapa semua mengarah ke saya?" sesalnya.

Selanjutnya, pada akhir persidangan dia turut menyampaikan kepada majelis hakim, bahwa telah melaporkan saksi Muhammad Ziadi. Pasalnya, menurutnya keterangan sekretaris pejabat penata urusan keuangan itu dianggapnya tidak benar.

“Saya sudah laporkan saksi dengan menyampaikan keterangan palsu ke Polresta Jambi,” katanya, jelang persidangan ditutup, Rabu (17/10/18).

Baca: 13 Guru SD dan SMP Hari Ini Dilantik Sekda

Baca: Pemkab Muarojambi Tandatangani Kerjasama Program Sistercity dengan 4 Kabupaten di Jambi

Keterangan Muhammad Ziadi

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Muhammad Ziadi mengaku Sarjono memintanya untuk melakukan pencairan dana proyek, sementara pengerjaan belum selesai  100 persen.

Atas kesaksian yang disampaikan pada Senin (1/10/18) itu, Sarjono telah mengancam akan melaporkan Muhammad Ziadi telah memberikan keterangan palsu di persidangan.

“Yang disampaikan saksi, itu tidak benar. Saya tidak pernah minta begitu. Anda telah disumpah dan saya berhak menuntut Anda dengan memberikan kesaksian palsu!” kata Sarjono, seperti diberitakan Tribunjambi.com, Senin (1/10/18).

 Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo ini melibatkan empat terdakwa. Keempatnya adalah Sarjono sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo selaku Pengguna Anggaran (PA), Kembar Nainggolan selaku Kabid Pertanian Tebo sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Faisal Utama selaku Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa, dan Jonaita Nasir selaku pemilik proyek.

Baca: Dinas Pendidikan Dorong Kelancaran Vaksinasi Rubella MR

Baca: FPTI Jambi Resmikan Sekretariat Sekaligus Kafe Kopi HelloSapa, Diapresiasi Ketua OJK

Baca: Ingin Bawa Kabur Saudara dari Penjara, Malah Reza yang Ikutan Masuk ke Penjara

Keempatnya diduga telah melakukan penyalahgunaan dana proyek Pengadaan Konstruksi Embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015. Dari proyek 100 persen, pekerjaannya baru diselesaikan sekitar 80,799%, yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 51 ayat (1) huruf c dan Pasal 89 ayat (4).

Perbuatan keempat terdakwa secara primair diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan  Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca: 6 Kabupaten di Jambi Berpotensi Hujan Lebat Hingga Sabtu (20/10). Waspada Dampak Berikut

Baca: VIDEO: Pendaftar Online CPNS Kabupaten Muarojambi Capai 6 000 Peserta

Baca: Angka Dispensasi Pernikahan Dini di Tanjabbar Meningkat, Ini Pesan Untuk Orangtua

Baca: Ketua Pengadilan Tinggi Jambi Ambil Sumpah 35 Advokat KAI

Secara subsidair, perbuatan keempat terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sidang akan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jambi pada Rabu (24/10/18) mendatang dengan agenda saksi yang meringankan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved