Ketika Traffic Light Selalu Berwarna Hijau Saat Soeharto Lewat Karena Ulah Paspampres

Maliki Mift menyimpan kenangan berarti selama mendampingi presiden ke-2 RI Soeharto setelah lengser pada 1998.

Ketika Traffic Light Selalu Berwarna Hijau Saat Soeharto Lewat Karena Ulah Paspampres
soeharto.co
Presiden Soeharto 

TRIBUNJAMBI.COM - Cerita sosok 'The Smiling General' sebutan orang barat untuk presdien ke-2 RI karena raut mukanya yang selalu tersenyum ini disampaikan oleh Maliki Mift.

Maliki Mift menyimpan kenangan berarti selama mendampingi presiden ke-2 RI Soeharto setelah lengser pada 1998.

Ia diperintahkan Kepala Staf Angkatan Darat kala itu menjadi pengawal khusus Soeharto.

Kesan tersebut ia tulis dalam salah satu bab di buku berjudul Soeharto: The Untold Stories (2011).

Baca: Ketika Tamparan Paspampres Kejutkan Pilot Helikopter yang Ditumpangi Bu Tien, Karena Tusuk Konde ini

Baca: Densus 88 Angkut Bahan Peledak yang Sudah Dirakit dari Rumah Terduga Teroris Tanjung Balai

Baca: Daftar Pemain Indonesia di Perempatfinal Denmark Open 2018, Live Streaming Pukul 20.00 WIB

Pak Harto, begitu Maliki menyebut Soeharto, kerap mendapat pandangan miring selama memimpin Indonesia. Namun, ia mendapati sisi lain Soeharto yang jarang terekspos, yakni kesederhanaan.

Salah satunya adalah soal pengawalan. Soeharto sangat anti dikawal setelah tak lagi menjadi presiden. Padahal, hak mendapat pengawalan dari polisi masih melekat kepada mantan presiden.

"Tetapi, begitu satgas polisi datang dan mengawal di depan mobil kami, Pak Harto mengatakan, 'Saya tidak usah dikawal. Saya sekarang masyarakat biasa. Jadi, kasih tahu polisinya'," tulis Maliki dalam buku tersebut, menirukan ucapan Soeharto waktu itu.

Maliki mencoba memahami keinginan Soeharto, tetapi ia tetap merasa pengawalan sangat penting. Ia pun memutar otak, mencari cara agar Soeharto tetap dikawal, tetapi tanpa terlihat.

Mantan Presiden Indonesia, Soeharto saat mengunjungi daerah konflik di Bosnia.
Mantan Presiden Indonesia, Soeharto saat mengunjungi daerah konflik di Bosnia. 

Akhirnya, Maliki meminta polisi mengawal di belakang saja, bukan di depan untuk membuka jalan. Jika jalanan macet, barulah petugas pengawal maju ke depan.

"Namun, tetap saja Pak Harto mengetahui siasat itu. Beliau pun bertanya, 'Itu polisi kenapa ikut di belakang? Tidak usah'," kata Maliki.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved